INFO OLAHRAGA
Home » Blog » Teka Teki Persoalan Jacksen Terungkap

Teka Teki Persoalan Jacksen Terungkap

jacksen

Teka teki persoalan yang melilit pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago akhirnya terungkap. Manajer Persipura Jayapura, Rudy Maswi yang selama ini ‘pelit’ berbicara ke media, akhirnya buka mulut. Satu kalimat yang diungkapkan bos Toko Sumber Makmur itu, persoalannya hanya masalah Danone.

“Persoalannya hanya masalah Danone. Saya tidak tahu dia punya masalah dengan Danone. Yang jelas di Persipura kita kontrak dia kan tidak ada dengan yang lain-lain. Beda kalau disana ditulis saya (Jacksen) mau melatih di Persipura tapi diberi kebebasan saya untuk melatih di Danone. Kan beda kan,” kata Rudy Maswi.

Bahkan Rudy mengaku gerah dengan argumentasi Jacksen kalau kenapa dia saat dikontrak tangani Timnas Indonesia, tidak dikomplain oleh Manajemen Persipura, karena tidak ada dalam klausal kontrak. “Menangani Timnas adalah panggilan negara.  Timnas itu panggilan, pemain (pelatih) itu kalau ada yang tidak mau ikut, bisa kena sanksi. Karena itu panggilan negara dan kami tidak bisa tolak,” katanya mengklarifikasi.

Menurut Rudy, dalam beberapa kesempatan, Jacksen diberi keleluasan, waktu lalu minta ijin ke China dan manajemen tidak pernah halangi.

“Juga Beto (Alberto Gonzalves), dulu dia pernah mau dikontrak di Itali Rp9 milyar. Pergi saja Beto, tidak apa-apa begitu dia minta waktu satu minggu, saya kasih lagi. Juga Jacksen dia bilang mau ke China, saya kasih kesempatan,” ungkap Rudy merujuk ke belakang soal sepak terjang Jacksen dan beberapa pemain asing.

Namun kata Rudy, justru belakangan ini nama Jacksen muncul di internet mau dipinang oleh salah satu klub sepakbola di Malaysia, Penang FC. Menurut Rudy, soal Jacksen mau dikontrak di Penang FC atau Danone tidak dibatasi, asalkan kontrak di Persipura dijalani sampai selesai.

“Mana kita tahu yang ramai keluar di internet Penang FC. Tapi saya tidak persoalkan itu. Soalnya itu terserah, kalau dia sudah selesai disini. Itu haknya kalau sudah jadi pelatih bebas,” tambah Rudy.

Itu sebabnya Rudy menegaskan, Jacksen sampai sekarang statusnya masih sebagai pelatih di Persipura. Karena manajemen Persipura  tidak pernah melakukan pemecatan kepada yang bersangkutan.

“Tapi kami pernah bersama-sama sebaiknya kumpul dibicarakan lebih baik. Kan kemarin saya bilang sebaiknya tunggu Pak Ketua Umum Persipura. Tapi dia mungkin alasan segera mau ketemu keluarga. Terus dia pamit, saya bilang oke. Yang penting saya bukan berikan kamu ijin. Sebab kalau tidak nanti dia bilang saya yang berikan ijin, nanti susah,” kata Rudy.

Itu sebabnya, jika Jacksen menunjukkan sikap lari dari tanggungjawabnya saat ini, maka mau dan tidak mau, manajemen Persipura menyurati PSSI sebagai bagian dari menegakan aturan. “Kami sudah menyurat PSSI tergantung PSSI meihat kesalahan dia (Jacksen),” katanya.

Rudy mengakui, Jacksen saat pamit kepadanya di kediamannya di Abepura waktu lalu, bukan sebuah ijin untuk berangkat tinggalkan Persipura.”Dia mau pamit, tapi  saya bukan berikan ijin untuk dia berangkat. Nanti dia bilang saya yang kasih ijin, (ini) juga susah,” katanya.

Secara kronologis Rudy mengaku pasca pertandingan antara Persipura vs Arema, Selasa (21/10) di Jayapura, pelatih Jacksen mendatanganinya di kediamannya di Abepura Jayapura. Sebelumya, Rudy mengatakan kalau Jacksen lebih dulu mendatangani Ketum Persipura, Benhur Tomy Mano, tapi tidak sempat ketemu.

“Dia SMS saya, saya bicara dan saya bilang saya kebetulan di rumah. Dia terus ngomong sama saya di rumah. Lantas berkembang pembicaraan waktu itu saya bilang saya tidak ijinkan kamu berangkat karena kamu bagian dari Persipura,” katanya.

Lantas waktu itu berkembang kalau Jacksen saat pertandingan sudah mulai antara Persipura vs Arema, dia mendapatkan kiriman susunan line up Persipura melalui iPad yang dikirim isteri Rudy.

“Saya panggil isteri saya di hadapan dia, saya tanya itu dapat line up dari mana. Isteri saya bilang saya dapat waktu di lapangan bola. Saya bilang sama Jacksen jangan kita kambing hitamkan siapa-siapa. Makanya kemarin saya bilang kalau mau cari kambing hitam, cari di pasar pasti dapat,” tegas Rudy kepada Jacksen.

Menurut Rudy, Jacksen yang sudah 6 tahun bersama Persipura, harus menyelesaikan semua masalah dengan baik-baik. Bahkan Rudy berharap Jacksen tidak sesekali mencari kambing hitam.

“Jangan nanti ada pemain lain mabuk (miras), dikambing hitamkan Persipura. Dari dulu kami punya masalah, tapi bagaimana kami sikapi itu dengan baik. Persipura bukan baru masalah, dia (Jacksen) sudah 6 tahun di Persipura. Masalahnya tinggal diselesaikan saja,” kata Rudy.

Jacksen sendiri mengaku akan menyelesaikan masalah dengan Persipura secara baik-baik .

“Kalau kompetisi selesai, kalau tidak ada halangan sebelum saya pulang ke Brasil saya masih punya rencana datang ke Papua untuk bicara dengan orang yang berjasa dengan saya untuk pamit dengan baik,” kata Jacksen, Kamis (23/10).

(JB)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.