Latihan Persipura Jayapura pada Minggu (28/9) sore jelang leg kedua semifinal AFC, Selasa (30/9) di Stadion Mandala, Kota Jayapura, justru tanpa Boaz Theofilius Erwin Solossa atau lebih dikenal dengan nama Boaz Solossa. Padahal pemain bernomor punggung 86 di tim Persipura itu sebelumnya datang dan jogging rekannya, selanjutnya dia menghilang tidak bersama tim.
Pelatih Persipura Jayapura, Jackson F Tiago mengakui Bochi, panggilan akrab Boaz mengalami cedera. Sehingga sang Kapten Persipura ini hanya diperkenankan jogging.
“Bochi cedera, sehingga dia hanya latihan jogging. Soal nanti tanggal 30, tergantung dokter tim yang kasih kepastian,” kata Jackson dihadapan wartawan.
Bochi memang berlatih sebentar dan selanjutnya menghilang dari tim. Bochi rupanya mengikuti jejak Bio Paulin Piere dan Lukas Mandowen yang masih diliit cedera. Dibandingkan Lukas Mandowen, justru Bio yang sudah dapat berlatih bersama Persipura minggu sore.
Namun dari format latihan, justru kemungkinan besar Bio tak mungkin merumput pada tanggal 30 September melawan Al Qadsia. Bio saat ditanya dirinya mengklaim sudah baik dari cedera.
“Sudah baik, tergantung pelatih apakah tanggal 30 saya diturunkan atau tidak,”kata Bio Paulin. Dokter tim Persipura, Agus Heatubun mengatakan kondisi Bio jauh lebih baik ketimbang Lukas Mandowen yang masih butuh waktu lama. Soal turun dan tidaknya Bio untuk merumput, Agus mengatakan hal itu menjadi kewenangan pelatih.
Lukas Mandowen saat sesi latihan sore itu, justru berada di lapangan, namun sebagai penonton. Di kaki kirinya masih terbalut alat Breg yang berfungsi untuk mengatur sudut siku lututnya yang cedera. Dari pantauan media ini, komposisi tim inti Persipura mendekati format saat melawan Al Qadsia pada partai tandang Persipura di Kuwait.
“Komposisi latihan ini bisa ya bisa tidak (seperti di Kuwait) apakah kami gunakan besok,”kata Jackson diplomasi. Persipura sebagaimana tim inti yang dilatih kemarin minus Bochi, mereka masing-masing, Fandri Imbiri, Dominggus Fakdawer, Ruben Sanadi, Jaelani Sibi, Ferdinand Pahabol, Imanuel Wanggai, Ian Kabes, Roberthino Kulihara dan Titus Bonai.
Leave a Reply