Laga pembuka kompetisi 12 besar, Divisi I PSSI yang mempertemukan antara Persipani Paniai kontra Persibas Banyumas berakhir dengan skor kaca mata.
Bermain di Stadion Maguwoharjo Yogyakarta, Sabtu (30/8/2014) sore, kedua kesebelasan bermain dalam tempo yang tinggi sejak pluit kick off babak pertama dibunyikan wasit Yasin.
Memasuki pertengahan babak pertama, Persibas lebih mendominasi permainan. Sebaliknya, Persipani mengandalkan serangan balik melalui sayap kanan dan kiri mereka.
Meski banyak peluang dimiliki tim asuhan Putut W., penjagaan ketat yang dilakukan pemain belakang Persipani, Jimi Komul dan kawan-kawan berhasil mementahkan serbuan Persibas Banyumas.
Pada menit ke 76, Persipani terpaksa bermain dengan 10 pemain akibat salah satu pemain Persipani, Sepri Douw diganjar kartu merah oleh wasit.
Kartu merah berawal setelah terjadi insiden pemukulan terhadap pemain belakang Persibas yang diduga bermain kasar.
Tak terima permainan kasar, supporter Persipani memasuki stadion yang mengakibatkan pertandingan terhenti beberapa menit. Pertandingan kembali dilanjutkan setelah situasi kembali kondusif.
Hingga pluit panjang dibunyikan wasit, kedua kesebelasan belum mampu mencetak gol.
Usai pertandingan, Pelatih Persipani Paniai, Nias Mote menyayangkan insiden pemukulan yang dilakukan anak asuhannya. Ia berniat melakukan evaluasi usai pertandingan agar insiden yang sama tak terjadi.
“Kami akan melakukan evaluasi setelah pulang, kami berharap insiden tadi tidak terjadi lagi pada pertandingan berikut,” ungkapnya kepada wartawan usai pertandingan.
Sementara manager Persibas Banyumas, Supangkat mengaku senang permainan anak asuhnya, walaupun banyak peluang tidak dikonversi menjadi gol.
“Sebenarnya kami mempunyai banyak peluang, tetapi anak-anak gagal membikin gol. Intinya, kami senang dengan permainan mereka,” tuturnya.
Skor 0-0 ini membuat kedua kesebelasan masing-masing kesebelasan mendapatkan 1 poin.
Leave a Reply