INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Puluhan Warga Tuguwai Paniai Mengungsi ke Pinggir Kali Aga karena Situasi Tak Aman

Puluhan Warga Tuguwai Paniai Mengungsi ke Pinggir Kali Aga karena Situasi Tak Aman

(Puluhan Warga Tuguwai Paniai Mengungsi ke Pinggir Kali Aga karena Situasi Tak Aman)
(Puluhan Warga Tuguwai Paniai Mengungsi ke Pinggir Kali Aga karena Situasi Tak Aman)

Paniai, Puluhan warga Kampung Tuguwai, Distrik Aweida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, berkumpul di pinggir Kali Aga di tengah situasi yang mereka sebut tidak aman akibat aktivitas pendoropan di wilayah tersebut.

Kondisi itu terekam dalam sebuah video yang diterima redaksi Nabire.Net, Kamis (5/11/2026). Dalam rekaman tersebut, terlihat lebih dari 60 warga, terdiri atas laki-laki dan perempuan, orang tua hingga anak muda, berada di kawasan terbuka di sekitar kali.

Sebagian warga berdiri sambil membawa tongkat kayu. Mereka tampak berkumpul dalam satu kelompok, sementara sejumlah perahu kayu terlihat tertambat di tepian sungai. Di sekitar lokasi juga tampak rerumputan tinggi, rumah warga, dan sebuah bangunan gereja.

Suasana dalam video memperlihatkan kondisi yang berbeda dari aktivitas keseharian masyarakat kampung yang umumnya bergantung pada kebun dan sumber daya alam di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.

Warga memilih berkumpul untuk merasa lebih aman

Suara dalam rekaman terdengar menghitung jumlah warga yang berada di lokasi.

“Tuh, itu sudah enam puluh lebih orang ada,” ujar suara dalam video tersebut.

Menurut keterangan Kepala Suku Paimala Degei kepada Kontributor Nabire.Net, warga memilih berkumpul karena merasa lebih aman berada bersama-sama dibandingkan tinggal sendiri di rumah masing-masing.

Ia menyebut aktivitas pendoropan di wilayah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Situasi tersebut, menurut dia, turut memengaruhi aktivitas harian warga. Masyarakat disebut menjadi takut pergi ke kebun, anak-anak khawatir berangkat ke sekolah, sementara mama-mama juga takut pergi ke pasar.

“Rakyat di Tuguwai adalah masyarakat biasa yang hanya ingin hidup tenang di tanah mereka sendiri. Mereka tidak boleh hidup dalam ketakutan,” ujar Paimala Degei, yang juga disebut sebagai Kepala Suku Besar Distrik Topiyai.

Masyarakat meminta perlindungan

Paimala menegaskan perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi perhatian semua pihak di tengah situasi yang berkembang.

“Rakyat harus dilindungi, bukan ditakuti. Kami minta perlindungan untuk masyarakat Tuguwai, untuk mama-mama, anak-anak, dan semua warga yang hanya ingin hidup tenang,” katanya.

Menurut masyarakat, persoalan yang mereka hadapi bukan semata-mata berkaitan dengan kepentingan politik. Mereka menyampaikan kekhawatiran tersebut sebagai persoalan keamanan dan kemanusiaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Warga selama ini menggantungkan kehidupan dari kebun, sagu, serta sumber daya sungai. Ketika situasi keamanan dianggap tidak kondusif, aktivitas mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga ikut terganggu.

Kali Aga menjadi tempat warga mencari rasa aman

Bagi masyarakat Tuguwai, Kali Aga memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari. Sungai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Warga memanfaatkannya untuk mencari kebutuhan hidup, sementara anak-anak bermain di sekitar sungai dan mama-mama menjalankan aktivitas rumah tangga.

Namun, dalam kondisi saat ini, tepian Kali Aga justru menjadi tempat warga berkumpul untuk mencari rasa aman dan saling menguatkan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh gereja, serta seluruh pihak terkait dapat memperhatikan kondisi mereka dan mengambil langkah yang mengutamakan perlindungan masyarakat sipil.

Mereka juga berharap situasi segera mereda sehingga warga dapat kembali ke rumah, pergi ke kebun, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

“Kami mau damai. Kami mau hidup tenang. Itu saja harapan kami,” terdengar suara warga dalam rekaman tersebut.

Menunggu konfirmasi pihak terkait

Hingga berita ini diterbitkan, Nabire.Net masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait mengenai situasi keamanan dan aktivitas pendoropan yang disebut warga di Kampung Tuguwai.

Konfirmasi tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi di lapangan sekaligus memastikan keberimbangan informasi dalam pemberitaan.

[Nabire.Net/Jeri Degei]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.