INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » HKN ke-62, Dinkes Deiyai Dorong Puskesmas Jemput Bola Layani Warga yang Sulit Akses Kesehatan

HKN ke-62, Dinkes Deiyai Dorong Puskesmas Jemput Bola Layani Warga yang Sulit Akses Kesehatan

(HKN ke-62, Dinkes Deiyai Dorong Puskesmas Jemput Bola Layani Warga yang Sulit Akses Kesehatan)
(HKN ke-62, Dinkes Deiyai Dorong Puskesmas Jemput Bola Layani Warga yang Sulit Akses Kesehatan)

Deiyai, Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, mendorong seluruh Puskesmas memperkuat pelayanan kesehatan dengan mendatangi langsung masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Program jemput bola tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat yang terkendala jarak, transportasi, maupun kondisi fisik tetap memperoleh pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., mengatakan pelayanan kesehatan tidak seharusnya hanya bergantung pada masyarakat yang datang ke Puskesmas.

Menurutnya, tenaga kesehatan juga memiliki tanggung jawab untuk mencari dan menjangkau warga yang selama ini belum memperoleh pelayanan secara optimal.

“Kami menyadari tidak semua masyarakat Kabupaten Deiyai dapat datang ke Puskesmas. Karena itu, tenaga kesehatan perlu turun langsung dan memastikan warga yang membutuhkan bisa mendapatkan pelayanan,” kata Fransina di Deiyai, Rabu (4/11/2026).

Sasar Warga yang Belum Terjangkau

Fransina menjelaskan, masih ditemukan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Di antaranya ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan kehamilan, anak-anak dengan persoalan gizi yang belum terpantau, hingga lanjut usia yang mengalami sakit dan kesulitan mendatangi Puskesmas.

Kondisi geografis dan keterbatasan transportasi menjadi salah satu tantangan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Karena itu, melalui layanan jemput bola, tenaga kesehatan diarahkan untuk mendatangi rumah warga, melakukan identifikasi kondisi kesehatan, memberikan pelayanan awal, serta memastikan pasien memperoleh tindak lanjut apabila diperlukan.

“Jangan hanya menunggu pasien datang ke Puskesmas. Kita sebagai tenaga kesehatan harus hadir, mencari, menemukan, melayani, dan memastikan pasien mendapatkan tindak lanjut yang dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Fransina, kunjungan langsung ke masyarakat juga menjadi cara untuk mengevaluasi sejauh mana pelayanan kesehatan benar-benar menjangkau seluruh wilayah kerja Puskesmas.

Tak Boleh Berhenti pada Seremoni HKN

Dinkes Deiyai berharap pola pelayanan tersebut tidak hanya dilakukan ketika momentum HKN berlangsung. Kunjungan rumah diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari pelayanan rutin Puskesmas.

Fransina menilai, masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan atau memiliki keterbatasan mobilitas tidak boleh kehilangan kesempatan memperoleh pelayanan hanya karena tidak mampu datang ke Puskesmas.

“Kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Harapan kami, kunjungan rumah dapat menjadi bagian dari pelayanan rutin Puskesmas, sehingga tidak ada masyarakat yang terabaikan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa indikator keberhasilan pelayanan kesehatan tidak semata-mata dilihat dari jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan.

Menurut dia, jumlah warga yang berhasil ditemukan, dilayani, dan mendapatkan tindak lanjut juga menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan pelayanan.

“Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya dilihat dari berapa banyak pasien yang datang ke Puskesmas, tetapi juga dari berapa banyak masyarakat yang berhasil kita jangkau, kita layani, dan kita bantu mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Fransina.

Tiga Agenda HKN di Deiyai

Dalam rangkaian HKN ke-62, Dinkes Deiyai menyebut terdapat tiga agenda utama yang dilaksanakan Puskesmas. Kegiatan tersebut meliputi CKG serentak Deiyai Sehat, pelayanan jemput bola, serta lomba inovasi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Masing-masing kegiatan memiliki sasaran berbeda. CKG diarahkan pada pemeriksaan kesehatan masyarakat, jemput bola menitikberatkan pada perluasan jangkauan pelayanan, sedangkan inovasi menu PMT berkaitan dengan upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi Dinkes Deiyai, pelayanan kesehatan idealnya tidak hanya menunggu warga datang, tetapi secara aktif memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat ditemukan dan memperoleh pertolongan.

Upaya itu diharapkan terus berlanjut setelah peringatan HKN berakhir, sehingga perluasan akses pelayanan kesehatan menjadi bagian dari kerja rutin Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.