INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Dinkes Deiyai Dorong Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal, Puskesmas Edarotali Jadi Juara I

Dinkes Deiyai Dorong Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal, Puskesmas Edarotali Jadi Juara I

(Dinkes Deiyai Dorong Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal, Puskesmas Edarotali Jadi Juara I)
(Dinkes Deiyai Dorong Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal, Puskesmas Edarotali Jadi Juara I)

Deiyai, Puskesmas Edarotali meraih Juara I dalam perlombaan inovasi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Inovasi menu yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya perlombaan, tetapi dapat dikembangkan untuk mendukung pelayanan gizi bagi masyarakat.

Puskesmas Waghete menempati posisi Juara II, disusul Puskesmas Damabagata sebagai Juara III. Sementara itu, RSUD Deiyai meraih Harapan I, Puskesmas Bouwobado Harapan II, dan Puskesmas Gakokebo Harapan III.

Perlombaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai untuk menemukan dan mengembangkan kreativitas tenaga kesehatan, terutama tenaga gizi yang bekerja di puskesmas dan rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Menurutnya, momentum tersebut dimanfaatkan untuk membuka ruang bagi tenaga kesehatan dalam menunjukkan inovasi yang lahir dari pengalaman pelayanan di lapangan.

“Lebih dari itu, kami ingin menjadikan momentum Hari Kesehatan Nasional sebagai kesempatan untuk melihat, menggali, dan memberikan ruang bagi berbagai inovasi yang selama ini telah dilakukan oleh teman-teman tenaga kesehatan, khususnya tenaga gizi di puskesmas maupun RSUD,” kata Fransina kepada media ini seusai kegiatan di Aula Dinas Kesehatan Deiyai, Rabu (4/11/2026).

Inovasi PMT diarahkan untuk pelayanan masyarakat

Fransina menjelaskan, tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan selama ini menjalankan tugas dengan kondisi dan keterbatasan yang beragam. Namun, situasi tersebut dinilai tidak menghilangkan peluang untuk menciptakan gagasan baru yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, berbagai pengalaman, kreativitas, dan inovasi tenaga kesehatan terkadang belum terdokumentasi atau memperoleh ruang untuk dikembangkan. Karena itu, perlombaan menu PMT menjadi sarana untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang dinilai memiliki manfaat bagi pelayanan kesehatan.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kegiatan bukan hanya berdasarkan siapa yang mendapatkan peringkat pertama, kedua, maupun ketiga.

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil inovasi ini nantinya dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menu PMT berbasis pangan lokal

Dinas Kesehatan Deiyai berharap menu yang dihasilkan dapat menjadi alternatif dalam pemberian makanan tambahan bagi kelompok sasaran yang membutuhkan dukungan gizi.

Pengembangan menu dapat diarahkan untuk anak dengan gizi kurang, mendukung penanganan anak dengan gizi buruk sesuai tata laksana medis, serta menjadi bagian dari intervensi gizi bagi anak stunting berdasarkan kondisi pertumbuhan masing-masing.

Menu PMT juga diharapkan dapat memberikan dukungan bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Meski demikian, penerapan menu tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan tampilan atau kreativitas. Kandungan gizi, keamanan pangan, proses pengolahan, hingga ukuran porsi perlu diperhitungkan agar makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Fransina berharap menu yang dinilai memiliki kandungan gizi baik, mudah dibuat, dan menggunakan bahan pangan yang tersedia di daerah dapat dikembangkan menjadi contoh menu PMT di tingkat puskesmas.

“Kami ingin agar menu-menu yang dinilai baik, memenuhi kebutuhan gizi, mudah dibuat, dan menggunakan bahan pangan yang tersedia di daerah kita dapat dikembangkan menjadi contoh menu PMT di puskesmas,” katanya.

Dinkes siapkan kumpulan resep PMT Deiyai

Langkah berikutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai berencana menghimpun berbagai inovasi tersebut menjadi kumpulan resep PMT berbasis pangan lokal Kabupaten Deiyai.

Kumpulan resep tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga gizi, kader Posyandu, maupun masyarakat dalam menyiapkan makanan tambahan yang sesuai kebutuhan gizi dan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan setempat.

Selain kategori utama, penghargaan favorit juga diberikan kepada sejumlah puskesmas. Puskesmas Wagomani meraih Favorit I, Puskesmas Ayatei Favorit II, dan Puskesmas Tenedagi Favorit III. Sementara penghargaan Juara Favorit Kepala Dinas Kesehatan diberikan kepada Puskesmas Kapiraya.

Dinas Kesehatan berharap hasil perlombaan tersebut dapat berlanjut menjadi inovasi yang benar-benar digunakan dalam pelayanan. Dengan demikian, kegiatan tidak sekadar menghasilkan pemenang, tetapi turut memperkuat upaya peningkatan kualitas intervensi gizi bagi masyarakat di Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.