Paroki Santo Michael Bilogai Gelar Turnamen Sambut Natal, Keributan dan Miras Dilarang
Intan Jaya, Turnamen olahraga dalam rangka penggalangan dana menyambut Natal dan Tahun Baru 2027 resmi digelar oleh Panitia Natal dan Tahun Baru Paroki Santo Michael Bilogai. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Misi Wajimba, Bilogai, Rabu (4/11/2026), itu juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan umat.
Panitia bersama pimpinan gereja menegaskan bahwa seluruh pertandingan harus berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Peringatan tersebut disampaikan menyusul komitmen gereja untuk menjadikan kegiatan olahraga sebagai ruang positif bagi umat, terutama kaum muda.
Turnamen dibuka sekitar pukul 15.25 WIT oleh Tim Pastoral (TIMPAS) Paroki Santo Michael Bilogai. Pembukaan dipimpin langsung Pastor Paroki sekaligus Dekan Dekenat Moni–Puncak Jaya, P. Yanuarius Yance Yogi, Pr, bersama Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Karpus Belau, S.Pd.Gr.
Dalam kesempatan tersebut, Pastor Yance meminta seluruh peserta dan panitia menjaga suasana pertandingan agar tidak berkembang menjadi konflik.
“Dalam pertandingan nanti, kami pimpinan gereja, baik TIMPAS maupun pengurus dewan, meminta supaya tidak menimbulkan kekacauan. Kegiatan-kegiatan positif seperti ini di daerah ini harus kita buat dan ramaikan bersama,” kata Pastor Yance.
Gereja Tegaskan Larangan Keributan dan Miras
Pimpinan Paroki Santo Michael Bilogai juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi keributan yang dipicu konsumsi minuman keras (miras). Gereja menyatakan akan mengambil tindakan apabila pertandingan terganggu oleh perilaku yang merusak ketertiban.
“Kalau ada yang kacau dan ribut akibat miras dan lainnya, kita akan telusuri dan sanksinya ambil kunci gereja asal dan gereja ditutup,” tegasnya.
Ketua I Panitia Natal dan Tahun Baru, Rufinus Japugau, menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan konsekuensi bagi pihak yang terbukti menimbulkan kekacauan.

Menurut dia, pelanggar akan dikenai denda Rp20 juta serta kewajiban menyerahkan dua ekor ternak babi. Sanksi tersebut disebut menjadi tanggung jawab gereja asal pihak yang melakukan pelanggaran sebelum kegiatan gereja dapat kembali dibuka.
“Nanti denda Rp20 juta dan ternak babi dua ekor bagi mereka yang menimbulkan kekacauan. Denda tersebut ditanggung dari gereja asal sebelum gereja dibuka,” ujar Rufinus.
Libatkan Kaum Muda
Turnamen tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya panitia menggalang dana untuk rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2027.
Seksi Olahraga menjadi koordinator teknis pertandingan dengan Alex Belau dan Very Belau sebagai penggerak bersama anggota seksi lainnya. Kaum muda-mudi Paroki Bilogai juga dilibatkan secara aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Ketua DPP Paroki Bilogai, Karpus Belau, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut. Ia meminta seluruh pihak mempertahankan kebersamaan dan memastikan turnamen berlangsung hingga selesai.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, khususnya gerakan anak muda di paroki ini. Mohon menjaga kebersamaan ini. Harap kegiatan turnamen pertandingan dapat berjalan maksimal hingga selesai. Tetap semangat dan salam olahraga,” kata Karpus.
Lima Cabang Olahraga Dipertandingkan
Turnamen mempertandingkan sejumlah cabang olahraga, yakni futsal putra dan putri, bola voli putra dan putri, serta lempar kaleng.
Pada pertandingan pembuka, tim TIMPAS berhadapan dengan Panitia. Rangkaian pertandingan selanjutnya diharapkan dapat melibatkan umat secara lebih luas sekaligus menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat di wilayah Bilogai dan sekitarnya.

Bagi panitia dan pihak gereja, olahraga menjadi sarana untuk membangun solidaritas, mempererat hubungan antarumat, serta menciptakan kegiatan bersama yang produktif dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.
Turnamen ini diharapkan dapat berlangsung secara aman hingga seluruh pertandingan berakhir. Selain menghasilkan dukungan dana bagi kegiatan Natal dan Tahun Baru 2027, penyelenggara berharap semangat kebersamaan yang muncul dari kegiatan tersebut dapat terus terpelihara di tengah umat Paroki Santo Michael Bilogai dan masyarakat Intan Jaya.
[Nabire.Net/Karpus Belau]





Tinggalkan Komentar