INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kapolres Dogiyai Pimpin Razia Gabungan TNI-Polri, 15 Senjata Tajam Diamankan

Kapolres Dogiyai Pimpin Razia Gabungan TNI-Polri, 15 Senjata Tajam Diamankan

Dogiyai, Aparat gabungan TNI-Polri mengamankan 15 senjata tajam (sajam) dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Kota Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (4/11/2026) sore.

Razia yang dipimpin langsung Kapolres Dogiyai, KOMPOL Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., tersebut menyasar kepemilikan senjata tajam tanpa alasan yang sah, minuman keras (miras), serta barang-barang terlarang lainnya.

Kegiatan razia gabungan berlangsung selama lebih dari dua jam, mulai pukul 15.30 hingga 17.45 WIT. Operasi ini merupakan langkah preventif aparat keamanan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Dogiyai.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres Dogiyai didampingi Wakapolres AKP Andi Mapparewe serta sejumlah pejabat utama Polres Dogiyai. Kegiatan tersebut juga melibatkan personel Brimob Polda Papua, Brimob Polda Papua Barat, Koramil Moanemani, Satgas Yonif 405/SK, dan Kopasgat TNI AU.

Berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/419/XI/PAM 3.3/2026/RES DOGIYAI, personel gabungan dibagi menjadi tiga Unit Kecil Lengkap (UKL) yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

UKL I dipusatkan di Jembatan Mauwa dengan pimpinan IPTU Jamiludin dan Wakil Padal IPDA Feryando T. Sinaga. UKL II ditempatkan di Pertigaan Tokapo di bawah pimpinan IPTU Lapik dan Wakil Padal IPDA Jusuf. Sementara UKL III melaksanakan razia di Kampung Mauwa Bawah dengan pimpinan IPTU Yefri Iyai dan Wakil Padal AIPTU Andi Agus Salim.

Sebelum pelaksanaan operasi, seluruh personel mengikuti apel pengecekan dan arahan pimpinan (AAP) yang dipimpin langsung Kapolres Dogiyai.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian bersama TNI untuk mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

“Razia sajam ini adalah upaya preventif menjaga stabilitas Kamtibmas Dogiyai. Sasaran kita masyarakat yang membawa sajam tanpa alasan sah, miras, dan barang terlarang lainnya. Laksanakan tugas secara profesional, humanis, sesuai SOP, serta utamakan pendekatan persuasif,” tegas Kapolres.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menangani setiap temuan senjata tajam sesuai prosedur hukum yang berlaku. Selain itu, faktor keselamatan anggota menjadi perhatian utama melalui penerapan sistem Buddy System dan pengaturan personel bersenjata pada posisi perimeter sebagai unsur perlindungan.

Sekitar pukul 15.40 WIT, seluruh UKL bergerak menuju lokasi masing-masing. Sepuluh menit kemudian, personel mulai melaksanakan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang melintas di titik-titik razia.

Operasi berlangsung hingga pukul 17.30 WIT dan dilanjutkan dengan apel konsolidasi di Mako Polres Dogiyai. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 17.45 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

15 Senjata Tajam Berhasil Diamankan

Dari hasil pelaksanaan KRYD gabungan tersebut, aparat berhasil mengamankan sebanyak 15 senjata tajam yang terdiri atas 12 pisau, satu samurai, dan dua parang.

Kapolres Dogiyai menyampaikan bahwa temuan tersebut menunjukkan masih adanya masyarakat yang membawa benda berbahaya di ruang publik. Karena itu, pengawasan dan penertiban perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya tindak pidana maupun gangguan kamtibmas.

Menurutnya, kegiatan KRYD gabungan TNI-Polri diharapkan mampu memberikan efek jera (deterrent effect), meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana yang berpotensi mengganggu keamanan di Kabupaten Dogiyai.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Dogiyai bersama unsur TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan wilayah serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.