INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Bupati Deiyai Teken Perbup, Insentif dan Lembur Nakes RSUD Deiyai Segera Dibayarkan

Bupati Deiyai Teken Perbup, Insentif dan Lembur Nakes RSUD Deiyai Segera Dibayarkan

(Bupati Deiyai Teken Perbup, Insentif dan Lembur Nakes RSUD Deiyai Segera Dibayarkan)
(Bupati Deiyai Teken Perbup, Insentif dan Lembur Nakes RSUD Deiyai Segera Dibayarkan)

Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai memastikan pembayaran insentif dan uang lembur tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deiyai segera diproses. Kepastian tersebut disampaikan langsung Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., setelah menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi landasan hukum pembayaran hak para tenaga kesehatan tersebut.

Pembayaran akan memasuki tahap administrasi setelah pihak manajemen RSUD Deiyai menyerahkan tagihan kepada bagian keuangan pemerintah daerah. Kepastian ini diharapkan mengakhiri persoalan yang selama ini menjadi perhatian tenaga kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Komitmen itu disampaikan Melkianus ketika bertemu Direktur RSUD Deiyai, Frits Bukega, bersama seluruh tenaga kesehatan di Aula Pertemuan RSUD Deiyai, Rabu (4/11/2026) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Andi Arni Muliani.

Di hadapan para tenaga kesehatan, Melkianus menegaskan bahwa regulasi yang selama ini dinantikan telah rampung dan ditandatangani. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki dasar untuk memproses pembayaran sesuai mekanisme administrasi dan ketentuan yang berlaku.

“Perbup yang selama ini ditunggu sudah jadi. Saya sudah tanda tangan. Insentif dan lembur yang selama ini diminta oleh nakes RSUD Deiyai akan dibayarkan,” kata Melkianus.

Bupati Minta Nakes Kembali Fokus Melayani Masyarakat

Selain memastikan penyelesaian persoalan pembayaran, Bupati Deiyai meminta seluruh tenaga kesehatan kembali menjalankan tugas secara profesional. Ia menekankan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Menurut Melkianus, penyelesaian persoalan internal rumah sakit perlu diikuti dengan peningkatan tanggung jawab dan kedisiplinan seluruh tenaga kesehatan. Ia berharap tidak ada lagi hambatan yang mengganggu pelayanan kepada pasien.

“Saya minta sekarang kita fokus bekerja dan memberikan pelayanan di RSUD Deiyai, terutama kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Bupati juga meminta Direktur dan Sekretaris RSUD Deiyai segera menyusun data lengkap seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit tersebut.

Pendataan itu meliputi dokter, apoteker, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan sumber daya manusia sekaligus mengusulkan dukungan tambahan kepada Kementerian Kesehatan.

“Berdasarkan data yang disiapkan, kita bisa meminta kepada Kementerian Kesehatan agar kebutuhan lain dapat ditangani,” jelasnya.

Tenaga Kesehatan Sampaikan Apresiasi kepada Bupati

Perwakilan tenaga kesehatan RSUD Deiyai, Hendrikus Pekei, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Deiyai yang secara langsung menemui dan mendengarkan aspirasi mereka.

Ia menilai perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan penting bagi pembenahan rumah sakit. Hendrikus juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan pemalangan yang beberapa kali dilakukan tenaga kesehatan sebagai bentuk penyampaian tuntutan.

Menurutnya, tindakan tersebut muncul karena para tenaga kesehatan ingin persoalan yang dihadapi rumah sakit mendapatkan perhatian serius sehingga RSUD Deiyai dapat berkembang dan memberikan pelayanan lebih baik.

“Kami berterima kasih karena Bapak Bupati sudah hadir dan menangani masalah kami. Kehadiran Bapak sangat membantu kemajuan rumah sakit,” ungkap Hendrikus.

Ia berharap peningkatan tipe RSUD Deiyai dapat direalisasikan dalam masa kepemimpinan Melkianus Mote. Peningkatan klasifikasi rumah sakit dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Deiyai.

Hendrikus memastikan seluruh tenaga kesehatan siap kembali menjalankan tugas secara penuh setelah adanya kepastian dari pemerintah daerah.

“Dengan hadirnya Bapak Bupati, kami seluruh nakes RSUD Deiyai akan bekerja penuh ke depan,” tegasnya.

Direktur RSUD Deiyai Dorong Peningkatan Disiplin dan Layanan BPJS

Sementara itu, Direktur RSUD Deiyai, Frits Bukega, mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan pertemuan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

Ia meminta seluruh pihak tidak lagi terjebak pada persoalan sebelumnya, melainkan membangun komitmen bersama untuk menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan pelayanan kesehatan ke depan.

“Hari ini sudah jelas semua. Jangan lagi kita berbicara soal yang lalu-lalu. Kita fokus pada pekerjaan ke depan,” kata Frits.

Frits juga mengungkapkan bahwa salah satu agenda penting yang perlu diperjuangkan bersama adalah menghadirkan layanan BPJS Kesehatan di RSUD Deiyai. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut akan menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kedisiplinan, ketepatan waktu, serta keaktifan tenaga kesehatan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Ia mengingatkan bahwa rencana peningkatan tipe rumah sakit harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia, baik dari segi kompetensi maupun profesionalitas dalam melayani pasien.

“Ke depan, keaktifan dan kehadiran nakes sangat penting. Kita harus tepat waktu dan disiplin. Jika tipe RSUD Deiyai naik, kita sebagai nakes juga harus siap memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Frits turut menyampaikan sejumlah kebutuhan operasional rumah sakit, termasuk kendaraan bus untuk mendukung mobilitas tenaga kesehatan melalui layanan antar-jemput. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan kerja yang baik di lingkungan rumah sakit.

Tagihan Insentif dan Lembur Segera Diajukan

Sebagai tindak lanjut dari kepastian regulasi yang telah ditandatangani Bupati, manajemen RSUD Deiyai akan segera memasukkan dokumen tagihan pembayaran insentif dan lembur ke bagian keuangan.

Frits memastikan proses administrasi tersebut akan mulai dilakukan setelah pertemuan bersama Bupati.

“Hari ini saya akan memasukkan tagihan di bagian keuangan untuk insentif dan lembur, kemudian kita proses,” jelasnya.

Pertemuan antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, dan tenaga kesehatan ini menjadi langkah penting dalam menyelesaikan persoalan internal RSUD Deiyai.

Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap kepastian pembayaran hak tenaga kesehatan dapat memperkuat semangat kerja seluruh pegawai sekaligus menjadi momentum pembenahan pelayanan kesehatan.

Ke depan, peningkatan kapasitas rumah sakit, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, kedisiplinan pegawai, serta rencana menghadirkan layanan BPJS Kesehatan diharapkan dapat berjalan beriringan demi meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.