Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Deiyai Minta Dinkes Cari Enam Dokter Umum
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, berupaya memperkuat pelayanan kesehatan dengan memenuhi kebutuhan tenaga medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T., meminta Dinas Kesehatan dan seluruh kepala puskesmas mencari enam dokter umum yang bersedia bertugas dan melayani masyarakat di wilayah tersebut.
Selain dokter umum, Melkianus menegaskan Deiyai juga membutuhkan tenaga dokter spesialis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam menangani kebutuhan medis masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga profesional.
Arahan tersebut disampaikan Melkianus saat bertemu jajaran Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Selasa (3/11/2026) pagi.
Dalam pertemuan itu, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran kesehatan untuk mencari tenaga medis yang memiliki komitmen bekerja dan mengabdi di Deiyai.
Menurut dia, ketersediaan dokter bukan hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan penting bagi puskesmas untuk memperoleh dukungan bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan.
Melkianus mengungkapkan, pemerintah daerah sebelumnya telah mengajukan permintaan bantuan peralatan medis kepada Kementerian Kesehatan. Namun, pengajuan tersebut mendapatkan catatan bahwa setiap puskesmas perlu memiliki dokter terlebih dahulu.
Karena itu, pemenuhan tenaga dokter dinilai menjadi langkah strategis agar fasilitas kesehatan di Deiyai dapat memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan sarana kesehatan yang dibutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Melkianus menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD Waghete dan seluruh puskesmas atas kerja keras serta upaya memenuhi standar akreditasi. Ia meminta setiap fasilitas kesehatan menindaklanjuti seluruh catatan hasil evaluasi, termasuk aspek-aspek kecil yang masih membutuhkan pembenahan.
Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan harus dilakukan secara konsisten agar fasilitas kesehatan di Deiyai semakin baik dalam lima tahun mendatang.
Bupati juga mengarahkan agar pelayanan rawat inap dipusatkan di RSUD Waghete, sedangkan puskesmas lebih difokuskan pada pelayanan kesehatan lainnya. Pemerintah daerah, kata dia, akan berupaya mengatasi berbagai kekurangan yang masih dihadapi rumah sakit maupun puskesmas.
Mengenai pembiayaan pasien rujukan, Melkianus meminta Dana Ko Sehat yang tersedia di RSUD Waghete dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan biaya rujukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penerbitan surat rujukan ke luar daerah harus melalui RSUD Waghete berdasarkan pemeriksaan dokter umum atau dokter spesialis, bukan diterbitkan oleh puskesmas.
Di sisi lain, Bupati mengingatkan agar hak-hak tenaga kesehatan tidak dipotong, terutama bagi pegawai yang menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Ia juga menyampaikan rencana revisi kebijakan tenaga kontrak serta meminta tidak ada penambahan tenaga baru di lingkungan puskesmas maupun Dinas Kesehatan.
Melkianus berharap seluruh tenaga kesehatan mengutamakan kepentingan masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan latar belakang pasien.
Ia turut mengingatkan para kepala puskesmas agar memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan daerah tempat mereka mengabdi.
Pemenuhan enam dokter umum, kebutuhan dokter spesialis, pembenahan fasilitas kesehatan, serta penataan sistem rujukan kini menjadi sejumlah perhatian Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar