Polres Paniai Ajak Jemaat GKI Betlehem Madi Jaga Kamtibmas dan Tertib Berlalu Lintas
Paniai, Polres Paniai mengajak masyarakat memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta meningkatkan kesadaran berlalu lintas melalui pendekatan keagamaan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Minggu Kasih di Gereja GKI Betlehem Madi, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian mengimbau jemaat untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keamanan lingkungan, dan menghidupkan kembali ronda malam sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.45 WIT ini menjadi sarana bagi Polres Paniai untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan jemaat gereja.
Polres Paniai Sosialisasikan Operasi Patuh Noken 2026
Kabag SDM Polres Paniai, IPTU Daud Patang, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada jemaat setelah pelaksanaan ibadah Minggu. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Operasi Patuh Noken 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam sosialisasi tersebut, jemaat diingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara dan menaati ketentuan lalu lintas yang berlaku.
Pengendara sepeda motor diimbau menggunakan helm, tidak membawa penumpang lebih dari ketentuan yang diperbolehkan, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

Imbauan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat di jalan raya sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat pelanggaran aturan berkendara.
Kepolisian juga mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap peraturan tidak hanya melindungi pengendara, tetapi juga menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Ajak Masyarakat Aktif Menjaga Keamanan Lingkungan
Selain menyoroti ketertiban berlalu lintas, IPTU Daud Patang mengajak jemaat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar, membangun komunikasi ant warga, serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena upaya menciptakan situasi yang aman tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian. Kerja sama antara warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepolisian diperlukan untuk memperkuat kewaspadaan serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.
Minggu Kasih Jadi Sarana Pendekatan Humanis Polri
IPTU Daud Patang menjelaskan bahwa Minggu Kasih merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
Program tersebut sejalan dengan filosofi “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan pentingnya kehadiran kepolisian di tengah kehidupan warga, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, pelayanan, dan upaya membangun kepercayaan publik.

Kegiatan di GKI Betlehem Madi dihadiri Ketua PHMJ GKI Betlehem Madi, Pdt. Merlina Simbolon, S.Th., IPTU Daud Patang, majelis gereja, personel Polres Paniai, serta jemaat setempat.
Sebelum penyampaian pesan kamtibmas, jemaat mengikuti ibadah Minggu yang dipimpin Pdt. Merlina Simbolon. Ibadah tersebut mengambil bacaan Alkitab Roma 10:4–15 dengan tema “Kebenaran Karena Iman”.
Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan rohani serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Polri dan Masyarakat Perlu Bersinergi
Kegiatan Minggu Kasih diharapkan mampu memperkuat kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Paniai. Hubungan yang baik dapat menjadi landasan untuk membangun komunikasi yang efektif dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan di lingkungan warga.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Paniai juga mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan aparat dalam menjaga ketertiban, tetapi turut mengambil bagian melalui kepatuhan terhadap hukum, kepedulian sosial, dan partisipasi menjaga lingkungan.

Ke depan, komunikasi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terpelihara sehingga tercipta suasana kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Tanah Paniai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar