INFO NABIRE
Home » Blog » Jemaat Anugerah Wanggar Galang Dana Pembangunan Pagar Gereja Lewat Bakar Batu

Jemaat Anugerah Wanggar Galang Dana Pembangunan Pagar Gereja Lewat Bakar Batu

(Jemaat Anugerah Wanggar Galang Dana Pembangunan Pagar Gereja Lewat Bakar Batu)
(Jemaat Anugerah Wanggar Galang Dana Pembangunan Pagar Gereja Lewat Bakar Batu)

Nabire, Jemaat Gereja Kingmi di Tanah Papua, Jemaat Anugerah, Klasis Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggelar kegiatan makan sumbang bakar batu keladi untuk menggalang dana penyelesaian pembangunan pagar gereja. Kegiatan yang berlangsung di halaman gereja, Jalan SP 2 Kilometer 5, Waroki, Distrik Nabire Barat, ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan persaudaraan di lingkungan jemaat.

Ketua Panitia Pembangunan Pagar Gereja Jemaat Anugerah, Anis Labene, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi seluruh jemaat untuk berpartisipasi dalam pembangunan gereja melalui kemampuan dan sumber daya yang dimiliki bersama.

Menurut Anis, pembangunan rumah ibadah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab panitia atau tokoh tertentu. Seluruh jemaat diharapkan mengambil bagian, mulai dari proses menanam dan memanen hasil kebun hingga mengolahnya menjadi kegiatan bersama yang bermanfaat bagi pembangunan gereja.

“Prinsip utama yang kami pegang di Jemaat Anugerah adalah bagaimana semua jemaat dapat mengambil bagian. Kami tidak hanya mengharapkan ketergantungan,” ujar Anis.

Hasil Panen Jemaat Himpun Dana Lebih dari Rp100 Juta

Anis mengungkapkan, upaya penggalangan dana yang dilakukan melalui kegiatan makan bersama sebelumnya berhasil menghimpun lebih dari Rp100 juta. Dana tersebut berasal dari hasil panen jagung yang ditanam oleh jemaat di lahan sekitar gereja.

Hasil pertanian itu kemudian diolah menjadi kegiatan makan bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus sarana mengumpulkan dana untuk mendukung pembangunan pagar gereja.

Pola tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan gereja. Jemaat tidak hanya mengandalkan sumbangan dalam bentuk uang, tetapi juga mengembangkan usaha bersama dengan memanfaatkan lahan dan tenaga yang tersedia.

Dana yang terkumpul sebelumnya telah membantu panitia memulai pembangunan pagar secara bertahap. Sejumlah bagian pagar, termasuk sisi kanan, bagian bawah, belakang, dan samping, telah dikerjakan sehingga beberapa bagian bangunan mulai tersambung.

Meski demikian, pekerjaan tersebut belum sepenuhnya rampung. Panitia masih perlu menyelesaikan sejumlah bagian yang tersisa, termasuk pemasangan pagar besi.

Anis menjelaskan, dari sekitar 18 bagian yang tersisa pada salah satu sisi pagar, sebanyak 13 bagian telah selesai dibuat dan siap dipasang. Melalui kegiatan makan sumbang bakar batu keladi, panitia berharap dukungan jemaat dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut.

“Bagian yang belum terselesaikan inilah yang hari ini ingin kita kejar bersama-sama. Kami berharap melalui kebersamaan ini, pekerjaan pagar gereja dapat terus berjalan hingga selesai,” katanya.

Partisipasi Tidak Hanya Berupa Uang

Dalam kegiatan tersebut, dukungan jemaat dan keluarga besar diberikan melalui beragam bentuk kontribusi. Selain sumbangan uang, terdapat pula bantuan berupa bahan makanan, sirih pinang, tenaga, waktu, serta keterlibatan langsung dalam mempersiapkan hidangan bakar batu.

Anis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan memiliki arti penting bagi keberlangsungan pembangunan gereja.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi jemaat untuk berpartisipasi. Mereka yang belum dapat memberikan sumbangan berupa uang tetap bisa membantu melalui tenaga, waktu, dan pelayanan sesuai kemampuan masing-masing.

Pendekatan ini sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap gereja. Pembangunan tidak hanya dilihat sebagai pekerjaan fisik, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh anggota jemaat.

Ketua Klasis Wanggar Tekankan Nilai Gotong Royong

Sementara itu, Ketua Klasis Wanggar, Pdt. Karel Kogoya, mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur orang Papua.

Menurutnya, semangat hidup bersama, membangun bersama, dan menikmati hasil bersama merupakan nilai penting yang perlu terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelayanan gereja.

“Kebersamaan merupakan dasar kehidupan orang Papua yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Pdt. Karel.

Ia mengajak jemaat menjadikan kebersamaan sebagai landasan untuk memperkuat persaudaraan, membangun kehidupan iman, serta menyelesaikan berbagai pekerjaan pelayanan. Ia juga mengingatkan pentingnya mengandalkan Tuhan melalui doa dan iman dalam setiap usaha yang dilakukan.

Pdt. Karel menyatakan rasa syukur atas persatuan yang terus terpelihara di tengah masyarakat Papua. Ia berharap semangat saling mendukung, melayani, dan bekerja sama tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan jemaat.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan Pembangunan Gereja

Kegiatan makan sumbang bakar batu keladi di Jemaat Anugerah memperlihatkan bagaimana kebersamaan dapat menjadi kekuatan untuk menjawab kebutuhan pembangunan. Pemanfaatan hasil kebun, keterlibatan tenaga jemaat, serta dukungan keluarga besar menjadi bagian dari upaya menyelesaikan pembangunan pagar gereja.

Selain membantu memenuhi kebutuhan dana, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan ant jemaat dan menanamkan nilai pelayanan kepada seluruh anggota komunitas gereja.

Panitia berharap dukungan yang terus mengalir dapat membantu menyelesaikan bagian pagar yang masih tersisa, termasuk pemasangan pagar besi. Dengan kerja sama dan partisipasi seluruh jemaat, pembangunan diharapkan dapat berlanjut hingga tuntas.

Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pagar gereja, tetapi juga terus tumbuh dalam berbagai kegiatan pelayanan dan kehidupan sosial masyarakat di Klasis Wanggar, Nabire, Papua Tengah.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.