INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Festival Kopi Papua Tengah, Ruben Magai Dorong Pembinaan Usaha Berkelanjutan

Festival Kopi Papua Tengah, Ruben Magai Dorong Pembinaan Usaha Berkelanjutan

(Festival Kopi Papua Tengah, Ruben Magai Dorong Pembinaan Usaha Berkelanjutan)
(Festival Kopi Papua Tengah, Ruben Magai Dorong Pembinaan Usaha Berkelanjutan)

Nabire, Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Ruben Magai, mendorong pemerintah membentuk program inkubasi usaha kopi selama dua tahun untuk mempersiapkan anak-anak Papua menjadi pengusaha mandiri. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan usaha, penyediaan peralatan, hingga dukungan permodalan.

Dorongan itu disampaikan Ruben saat menghadiri Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula KSK Bukit Meriam, Nabire, Kamis (29/10/2026). Ia menilai festival tersebut harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem usaha kopi yang berkelanjutan, sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat Papua Tengah.

Menurut Ruben, promosi produk melalui pameran saja tidak cukup untuk melahirkan pengusaha kopi yang mampu bertahan dan berkembang. Pemerintah perlu memastikan anak-anak Papua yang telah merintis usaha maupun yang ingin membuka kafe mendapatkan pembinaan secara terarah.

“Anak-anak Papua perlu dibina secara berkelanjutan. Tidak boleh hanya diikutkan pelatihan atau kursus, tetapi harus terus didampingi sampai mereka benar-benar mandiri dan mampu mengelola usaha kopi sendiri,” ujar Ruben.

Usulkan Program Inkubasi Usaha Selama Dua Tahun

Ruben mengusulkan agar pemerintah merancang program inkubasi khusus bagi calon pengusaha kopi Papua dengan masa pembinaan sekitar dua tahun. Program ini diharapkan mampu membekali peserta dengan keterampilan teknis dan kemampuan mengelola bisnis secara profesional.

Materi pembinaan, menurut dia, perlu mencakup pengoperasian mesin kopi, pengelolaan kafe, manajemen usaha, administrasi, pelayanan pelanggan, hingga pengembangan pasar. Peserta juga perlu mendapatkan pendampingan dalam mengelola keuangan dan membangun usaha agar dapat berjalan secara mandiri.

Pelaksanaan program tersebut membutuhkan keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dinas yang menangani perkebunan, perdagangan, dan koperasi.

Ruben menilai kolaborasi lintas sektor penting agar pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Setelah satu kelompok peserta dinyatakan mampu menjalankan usahanya secara mandiri, pemerintah dapat melanjutkan program kepada kelompok berikutnya.

Dengan pola tersebut, semakin banyak anak Papua diharapkan memiliki kesempatan untuk menjadi pelaku usaha di sektor kopi, baik sebagai pemilik kafe maupun pengembang bisnis kopi lainnya.

Dana Otsus dan CSR Bisa Dilibatkan

Untuk mendukung pelaksanaan program, Ruben mendorong pemerintah menjajaki pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) serta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dukungan tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan perbankan dan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Papua Tengah, sesuai ketentuan dan program masing-masing.

Menurut Ruben, dukungan pembiayaan perlu dirancang agar calon pengusaha tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki akses terhadap sarana dan modal yang dibutuhkan untuk memulai atau mengembangkan usaha.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan usaha kopi tidak semestinya hanya diukur dari keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan pelatihan atau pameran.

“Tidak boleh sekadar kita tampilkan dalam pameran. Yang penting adalah keberlanjutan setelah pameran ini, supaya anak-anak Papua yang berniat mengembangkan kopi benar-benar dipersiapkan menjadi pelaku usaha kopi,” katanya.

Petani Kopi Dogiyai, Paniai, dan Deiyai Perlu Dukungan

Selain menyoroti pengembangan usaha hilir melalui kafe, Ruben meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan petani kopi di Kabupaten Dogiyai, Paniai, dan Deiyai.

Ia menyebut petani membutuhkan bantuan peralatan, dukungan modal usaha, perluasan lahan yang sesuai, serta pendampingan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.

Ruben juga menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi. Upaya tersebut perlu disertai pendampingan teknis agar petani dapat menerapkan metode budidaya yang sesuai dengan kondisi perkebunan mereka.

Ia mengatakan, masyarakat di wilayah Moanemani, Mapia, Deiyai, dan Paniai telah mengenal budidaya kopi sejak masa pemerintahan Belanda. Sejarah tersebut menunjukkan bahwa perkebunan kopi memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.

“Petani kopi membutuhkan sentuhan pemerintah dari sisi peralatan, peningkatan hasil produksi melalui penggunaan pupuk organik yang baik, serta modal usaha,” ungkap Ruben.

Festival Kopi Diharapkan Berdampak bagi Ekonomi Masyarakat

Ruben berharap Festival Kopi Papua Tengah tidak hanya menjadi ruang promosi produk perkebunan, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk lokal lainnya untuk dikenal lebih luas, menarik minat investor, dan mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar.

Pengembangan sektor kopi, menurutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi di tingkat petani hingga pengolahan, pemasaran, dan pengembangan usaha yang dikelola anak-anak Papua.

Jika didukung melalui perencanaan dan penganggaran yang berkelanjutan, sektor kopi berpeluang membuka lapangan usaha, memperkuat pendapatan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya wirausaha lokal di Papua Tengah.

Karena itu, Ruben berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat menindaklanjuti berbagai kebutuhan tersebut melalui program konkret, baik untuk petani maupun calon pengusaha kopi.

Keberlanjutan pembinaan dan dukungan lintas sektor menjadi kunci agar potensi kopi Papua Tengah tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.