INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Polres Dogiyai Amankan Empat Senjata Tajam dalam Razia Gabungan

Polres Dogiyai Amankan Empat Senjata Tajam dalam Razia Gabungan

(Polres Dogiyai Amankan Empat Senjata Tajam dalam Razia Gabungan)
(Polres Dogiyai Amankan Empat Senjata Tajam dalam Razia Gabungan)

Dogiyai,  Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai bersama personel gabungan TNI-Polri mengamankan empat senjata tajam berupa satu parang dan tiga pisau dalam kegiatan razia di Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (29/10/2026). Operasi tersebut digelar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mencegah potensi tindak kriminal.

Razia dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan, termasuk jalur Trans Nabire–Enarotali. Petugas memeriksa kendaraan roda dua dan roda empat serta barang bawaan masyarakat yang melintas di lokasi pemeriksaan.

Kapolres Dogiyai, KOMPOL Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan razia harus mengutamakan profesionalitas, pendekatan humanis, dan kepatuhan terhadap prosedur hukum.

“Pelaksanaan berpatokan pada prinsip orang, benda dan lokasi. Laksanakan tugas secara profesional, humanis, sesuai SOP, dan mengedepankan pendekatan persuasif. Jika ditemukan masyarakat membawa sajam tanpa alasan sah, lakukan tindakan sesuai prosedur hukum,” tegas Piter Kendek.

Razia Sasar Empat Titik di Distrik Dogiyai

Operasi diawali dengan Apel Arahan Pimpinan (AAP) pada pukul 15.00 WIT. Setelah menerima arahan, personel gabungan bergerak menuju lokasi sasaran sekitar pukul 15.25 WIT menggunakan delapan kendaraan roda empat, satu kendaraan taktis, dan satu kendaraan roda enam.

Empat titik yang menjadi sasaran pemeriksaan berada di Kampung Idadagi, Distrik Dogiyai. Lokasi tersebut meliputi pertigaan Patahan Kali Kasuari, Jembatan Kali Kasuari, Jalan Raya Gunung Botak, serta jalan raya di sekitar kawasan peternakan sapi.

Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 15.45 WIT. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan barang bawaan masyarakat untuk mengantisipasi peredaran senjata tajam maupun barang lain yang berpotensi digunakan dalam tindak pidana.

Dari kegiatan tersebut, aparat menemukan satu parang dan tiga pisau yang dibawa tanpa alasan yang jelas. Barang-barang tersebut kemudian diamankan sebagai bagian dari hasil pelaksanaan razia.

Libatkan Puluhan Personel Gabungan

Kegiatan KRYD melibatkan sekitar 50 personel Polres Dogiyai serta unsur TNI dan satuan bantuan kendali operasi (BKO) Brimob dari Polda Papua Barat dan Polda Papua.

Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir, di antaranya Kabag Ops AKP Harsyad S. Rety, Kabag Log IPTU Lapik, Kasat Intelkam IPTU Jamiludin, serta para pejabat satuan fungsi Polres Dogiyai.

Unsur TNI yang terlibat mencakup personel Satgas Yonif 405/SK, Koramil 1705-04/Moanemani, dan Korpasgat-AU. Pelibatan lintas satuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Dogiyai.

Kapolres menilai temuan senjata tajam dalam razia menjadi perhatian karena benda-benda tersebut berpotensi disalahgunakan untuk penganiayaan maupun tindak pidana lainnya apabila dibawa tanpa alasan yang sah.

Razia Berkala untuk Menjaga Kamtibmas

Menurut Piter Kendek, potensi gangguan keamanan di Dogiyai masih perlu diantisipasi melalui kegiatan pencegahan dan pengawasan secara berkelanjutan. Karena itu, kepolisian berencana melaksanakan razia serupa secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan titik-titik yang dinilai rawan.

“Kondisi kamtibmas Dogiyai masih memiliki potensi gangguan, sehingga razia serupa akan terus kita lakukan secara berkala, terukur, dan tidak terjadwal, khususnya di titik rawan dan jalur keluar-masuk masyarakat. Kita tetap mengedepankan humanis dan persuasif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Selain pemeriksaan senjata tajam, Polres Dogiyai juga akan meningkatkan koordinasi dengan jajaran TNI dan BKO Brimob untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran minuman keras (miras).

Kegiatan razia berakhir setelah seluruh personel menyelesaikan pemeriksaan dan kembali ke Markas Polres Dogiyai untuk melaksanakan apel konsolidasi. Secara keseluruhan, kegiatan dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah serta ikut menjaga keamanan lingkungan. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Dogiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.