42 Tahun Mengabdi, Markus Yogi Terima Gelar Sarjana Teologi dari STAK Nabire
Nabire, Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Nabire memberikan penghargaan berupa gelar Sarjana Teologi (S.Th.) kepada Markus Yogi atas pengabdiannya selama 42 tahun dalam pelayanan gereja. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Wisuda Angkatan XIII STAK Nabire, Kamis (29/10/2026), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya melayani jemaat, khususnya di lingkungan Kelasis Agadide, Gereja Kemah Injil (Kingmi) Sinode Papua.
Markus Yogi dikenal sebagai pelayan gereja yang konsisten menjalankan tanggung jawab pelayanan di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Selama puluhan tahun, ia menjalankan tugas sebagai Sekretaris Badan Pengurus Kelasis Agadide sekaligus mengambil bagian dalam pelayanan kepada jemaat.
Pengabdiannya tidak hanya terbatas pada urusan administrasi organisasi gereja. Markus juga berkontribusi membantu jemaat memahami firman Tuhan dengan menerjemahkan khotbah ke dalam bahasa daerah. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat.
Tetap Melayani di Tengah Tugas Pemerintahan
Perjalanan pelayanan Markus Yogi menunjukkan bagaimana tanggung jawab pekerjaan dan pengabdian kepada gereja dapat dijalankan secara bersamaan. Ketika masih aktif bekerja di lingkungan pemerintahan, ia tetap meluangkan waktu untuk menjalankan tugas pelayanan gereja.
Sebelum menerima penghargaan dari STAK Nabire, Markus telah menyandang gelar Sarjana Pemerintahan. Kini, setelah memasuki masa pensiun sebagai ASN, ia menyatakan kesiapannya untuk memberikan perhatian lebih besar kepada pelayanan gereja.
Markus mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai kesempatan untuk terus melayani selama bekerja di pemerintahan merupakan berkat yang patut disyukuri.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Tuhan karena selama ini saya dapat menjalankan pelayanan di gereja dengan tekun. Walaupun saya bekerja di pemerintahan, saya tetap aktif menjalankan tugas pelayanan gereja. Hari ini, saya bersyukur karena mendapatkan penghargaan gelar Sarjana Teologi dari STAK Nabire,” ungkap Markus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh staf akademik STAK Nabire yang telah memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas perjalanan panjang pelayanannya.
Markus berharap Tuhan senantiasa memberkati seluruh keluarga besar STAK Nabire atas perhatian dan penghormatan yang diberikan kepadanya.
“Saya sudah pensiun dari ASN. Sekarang saya siap melayani Tuhan sebagai hamba Tuhan,” tegasnya.
STAK Nabire Apresiasi Pengabdian Pelayan Gereja
Dalam sambutannya, Ketua STAK Nabire menegaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut merupakan salah satu aset penting Gereja Kemah Injil (Kingmi) Sinode Papua, terutama dalam mendukung pengembangan pelayanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia gereja.
Menurutnya, pemberian gelar Sarjana Teologi kepada Markus Yogi didasarkan pada kriteria dan pertimbangan terhadap perjalanan pengabdiannya dalam pelayanan gereja.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pelayan Tuhan yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan komitmen untuk mendukung pertumbuhan gereja serta mendampingi jemaat selama bertahun-tahun.
Pemberian gelar tersebut sekaligus menempatkan pengalaman pelayanan sebagai bagian penting dari perjalanan pengabdian seseorang di lingkungan gereja. Meski demikian, penghargaan kepada Markus Yogi diberikan secara khusus berdasarkan pertimbangan yang disampaikan pihak STAK Nabire.
Memasuki Babak Baru Pelayanan
Penghargaan yang diterima Markus Yogi dalam Wisuda Angkatan XIII STAK Nabire menjadi penanda perjalanan pengabdiannya selama hampir empat dekade. Dedikasinya sebagai pengurus kelasis dan keterlibatannya dalam menerjemahkan khotbah ke bahasa daerah merupakan bagian dari kontribusinya bagi kehidupan jemaat.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai ASN, Markus kini bersiap memasuki babak baru dengan berfokus pada pelayanan sebagai hamba Tuhan.
Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelayan gereja, generasi muda, dan warga Gereja Kingmi Sinode Papua untuk terus mengembangkan semangat pengabdian, menjaga kesetiaan dalam pelayanan, serta mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat melalui peran masing-masing.
STAK Nabire melalui momentum wisuda ini juga menegaskan pentingnya menghargai dedikasi para pelayan gereja yang telah berkontribusi bagi pertumbuhan iman dan kehidupan jemaat.
[Nabire.Net/Yohanes Nawipa]





Tinggalkan Komentar