IPMANAPANDODE Sorong Raya Gelar Syukuran Wisuda 12 Mahasiswa Mee Pago
Sorong, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai (IPMANAPANDODE) se-Kota Studi Sorong Raya menggelar ibadah syukuran wisuda bagi 12 putra-putri Mee Pago, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur atas keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan dan mendorong generasi muda Mee Pago agar terus menuntut ilmu.
Ibadah syukuran tersebut berlangsung di Gereja Klafos, Jalan Malibela Lorong 04, Sorong Timur, dengan mengangkat tema “Melangkah dengan Iman, Berkarya dengan Integritas, dan Mengabdi bagi Sesama” yang bersumber dari Kitab Yosua 1:7-9.
Sementara itu, subtema kegiatan adalah “Mewujudkan Generasi yang Kuat dalam Iman, Unggul dalam Karya, Tulus dalam Pengabdian.”
12 Putra-Putri Mee Pago Rayakan Kelulusan
Sebanyak 12 wisudawan dan wisudawati yang dirayakan dalam ibadah syukuran tersebut adalah:
-
Natalis Kudiai, S.Kom.
-
Salmon Yumai, S.Kom.
-
Marthen Tagi, S.Ak.
-
Yanto Pakage, S.Ak.
-
Yanto Dogopia, S.E.
-
Melianus Mote, S.E.
-
Feronika Nawipa, S.E.
-
Selvinus Iyai, S.M.
-
Seppy Pigome, S.Hut.
-
Andreas Pigome, S.Hut.
-
Yohanes Tebai, S.Kom.
-
Oktopianus Tebai, S.Pd.
Keberhasilan 12 lulusan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat Mee Pago, serta komunitas pelajar dan mahasiswa asal Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai yang menempuh pendidikan di Kota Studi Sorong Raya.

Sebelumnya, Universitas Victory Sorong (UNVIC) telah mengumumkan pelaksanaan foto ijazah bagi calon wisudawan Angkatan XX melalui surat panitia tertanggal 9 Oktober 2026 yang ditandatangani Ketua Panitia, Dr. Irwan Soulisa, S.Pd., M.Pd.
Pelaksanaan foto ijazah dijadwalkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 09.00–17.00 WIT, bertempat di Lantai 2, Ruang Biro Administrasi Umum UNVIC.
Pesan Firman Tuhan: Tetap Kuat dalam Iman dan Setia Mengabdi
Firman Tuhan dalam ibadah syukuran disampaikan oleh Dr. Yulian Anow, M.Th. Dalam pesannya, ia mengingatkan para lulusan agar tetap kuat dalam iman, berpegang teguh pada firman Tuhan, serta setia mengabdi kepada sesama di mana pun mereka berada.
Pesan tersebut sejalan dengan tema kegiatan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara iman, integritas dalam berkarya, dan ketulusan dalam pengabdian.
Para lulusan diharapkan tidak hanya menjadikan gelar akademik sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan daerah asal.
Tokoh Masyarakat dan Perwakilan Alumni Sampaikan Pesan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kesan dan pesan disampaikan oleh sejumlah perwakilan, yakni wisudawan Natalis Kudiai, S.Kom.; perwakilan orang tua, Wilem Yogi; Kepala Suku Mee Pago, Roby Douw; serta perwakilan intelektual Mee Pago yang juga menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Papua Barat Daya, Ir. Andreas Adii, S.T., M.Ling.
Selain itu, pesan turut disampaikan oleh Ketua Klasis Sorong Fak-Fak, Spenyel Momot, A.Md.Sos.; perwakilan alumni, Daniel Adii, S.E.; serta Sekretaris Panitia, Hendrikus Kegiye.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan keluarga, tokoh adat, tokoh gereja, intelektual, dan alumni terhadap keberhasilan pendidikan generasi muda Mee Pago.
IPMANAPANDODE Harap Generasi Muda Terus Menempuh Pendidikan
Ketua Panitia, Noak Tebai, bersama Sekretaris Panitia, Hendrikus Kegiye, menyampaikan harapan agar kegiatan syukuran wisuda ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa dan masyarakat Mee Pago di Kota Studi Sorong Raya.
Mereka juga berharap keberhasilan 12 wisudawan dan wisudawati dapat menjadi motivasi bagi generasi muda asal Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai untuk terus menimba ilmu hingga jenjang pendidikan tinggi.
Menurut harapan panitia, pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Melalui ibadah syukuran ini, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa pulang gelar akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya Papua Tengah yang maju, mandiri, dan sejahtera, khususnya di Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar