Pemkab Deiyai Bantu 24 Kelompok Sanggar dan Pengrajin Kembangkan Usaha
Deiyai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai, Papua Tengah, menyalurkan bantuan peralatan dan bahan kerajinan kepada 24 kelompok binaan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal. Bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok sanggar dan 12 kelompok kerajinan tangan agar mampu meningkatkan produktivitas serta mengembangkan karya bernilai ekonomi.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai, Selasa (20/10/2026). Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T., menyerahkan bantuan secara langsung dengan didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deiyai, Marten Pekei, S.Sos., serta jajaran terkait.
Bantuan yang disalurkan mencakup mesin ukir kayu, jarum rajut kayu, rotan, benang wol, dan benang kulit kayu. Berbagai perlengkapan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan produksi, pengembangan keterampilan, dan pembuatan kerajinan khas Deiyai.
Bupati Deiyai Minta Sanggar Dikembangkan Menjadi Usaha Produktif
Dalam arahannya, Melkianus Mote menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan sanggar dan kelompok pengrajin. Menurutnya, aktivitas kelompok tidak boleh hanya meningkat ketika ada bantuan pemerintah atau kesempatan mengikuti pameran.

Ia mendorong para penerima bantuan menjadikan sanggar sebagai ruang kreativitas yang produktif, mampu menghasilkan karya secara berkelanjutan, dan memberikan pendapatan bagi anggota maupun keluarga mereka.
“Sanggar jangan hanya dijadikan musiman. Sanggar harus bisa menjadi kebun bagi para pengrajin,” tegas Melkianus.
Bupati juga mengingatkan agar bantuan pemerintah, terutama yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.
Karena itu, kelompok penerima didorong untuk terus meningkatkan keterampilan, menjaga kualitas hasil kerajinan, serta membangun kemandirian usaha. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan sanggar diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat.
Galeri Budaya Disiapkan untuk Memperluas Pemasaran
Selain memberikan bantuan peralatan dan bahan produksi, Pemkab Deiyai tengah membangun Galeri Budaya yang direncanakan memiliki enam ruangan. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk memamerkan berbagai produk budaya dan kerajinan khas daerah.
Produk yang direncanakan ditampilkan antara lain noken, pakaian adat, dan beragam hasil karya pengrajin lokal.

Melkianus menjelaskan bahwa galeri tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat memamerkan produk, tetapi juga diharapkan menjadi sarana promosi yang mempertemukan pengrajin dengan calon pembeli.
Melalui mekanisme pemasaran tersebut, pengunjung yang tertarik terhadap suatu produk dapat memperoleh informasi kontak kelompok sanggar atau pengrajin yang membuatnya. Dengan demikian, transaksi dapat dilakukan secara langsung dengan produsen.
Skema ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada para pelaku kerajinan.
Bupati turut mengapresiasi peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai dalam memperkenalkan produk lokal melalui berbagai kegiatan pameran.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan kelompok pengrajin perlu terus diperkuat agar hasil kreativitas masyarakat Deiyai semakin dikenal.
Disbudpar Akan Pantau Pemanfaatan Bantuan
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deiyai, Marten Pekei, mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukannya.
Ia meminta seluruh kelompok penerima tetap aktif menjalankan kegiatan, mengembangkan kreativitas, dan menjaga keberlanjutan produksi kerajinan.

Pengawasan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi penerima. Pemanfaatan peralatan dan bahan secara tepat diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan sanggar.
Disbudpar Deiyai juga merencanakan agenda yang akan melibatkan kembali kelompok sanggar dan kerajinan tangan pada 18 Agustus 2027 mendatang.
Pelestarian Budaya Diharapkan Sejalan dengan Peningkatan Pendapatan
Penyaluran bantuan kepada 24 kelompok ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Deiyai mengembangkan potensi budaya lokal melalui kegiatan ekonomi kreatif.
Selain mempertahankan keterampilan tradisional, pengembangan kerajinan diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, memperluas pemasaran produk, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Keberadaan Galeri Budaya nantinya diharapkan dapat mendukung upaya tersebut melalui promosi produk yang lebih terarah.
Pemkab Deiyai berharap kelompok penerima mampu memanfaatkan bantuan secara optimal sehingga kegiatan kerajinan tidak hanya berlangsung ketika ada program pemerintah, tetapi berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Dengan dukungan peralatan, pendampingan, pengawasan, dan akses pemasaran, kerajinan khas Deiyai diharapkan semakin berkembang sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat Papua Tengah.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar