INFO NABIRE
Home » Blog » Erosi Sungai Kali Wanggar Capai 500 Meter, Kepala Kampung Minta Tanggul Diperpanjang

Erosi Sungai Kali Wanggar Capai 500 Meter, Kepala Kampung Minta Tanggul Diperpanjang

(Erosi Sungai Kali Wanggar Capai 500 Meter, Kepala Kampung Minta Tanggul Diperpanjang)
(Erosi Sungai Kali Wanggar Capai 500 Meter, Kepala Kampung Minta Tanggul Diperpanjang)

Nabire, Kepala Kampung Wanggar Pantai, Ayub Hao, meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperpanjang pembangunan tanggul di Sungai Kali Wanggar. Permintaan ini disampaikan karena erosi sungai diperkirakan telah mencapai 500 meter, sedangkan pembangunan tanggul pada tahap awal baru direncanakan sepanjang 159 meter.

Ayub menilai panjang tanggul yang direncanakan belum memadai untuk melindungi kawasan permukiman warga dari ancaman gerusan aliran sungai. Ia berharap pemerintah provinsi dapat mengalokasikan anggaran tambahan untuk melanjutkan pekerjaan tersebut pada 2027.

Permintaan itu disampaikan Ayub saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Selasa (20/10/2026), setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengukuran awal atau MC-0 di lokasi pembangunan tanggul.

(Kepala Kampung Wanggar Pantai, Ayub Hao)
(Kepala Kampung Wanggar Pantai, Ayub Hao)

Menurut Ayub, penanganan erosi perlu direncanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan panjang wilayah yang terdampak. Tanpa penanganan yang memadai, gerusan sungai dikhawatirkan semakin meluas dan mengancam keberadaan permukiman masyarakat Kampung Wanggar Pantai.

“Sebagai Kepala Kampung Wanggar Pantai, saya berharap kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar pekerjaan ini bisa dilanjutkan pada 2027. Panjang erosi akibat aliran Sungai Kali Wanggar mencapai sekitar 500 meter, sedangkan target awal pembangunan tanggul baru 159 meter,” ujarnya.

Minta Pemprov Papua Tengah Siapkan Anggaran Lanjutan

Ayub meminta Gubernur Papua Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta DPR Provinsi Papua Tengah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan tanggul tersebut.

Ia berharap pemerintah tidak hanya menyelesaikan pekerjaan tahap awal, tetapi juga menyiapkan perencanaan dan pembiayaan lanjutan agar bagian sungai yang mengalami erosi dapat ditangani secara menyeluruh.

Berdasarkan panjang yang disampaikan Ayub, pembangunan tahap awal sepanjang 159 meter baru mencakup sekitar 31,8 persen dari total area erosi yang diperkirakan mencapai 500 meter. Artinya, masih terdapat sekitar 341 meter yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Perhitungan tersebut merupakan perbandingan panjang pekerjaan yang direncanakan dengan estimasi area erosi, bukan ukuran teknis mengenai tingkat perlindungan yang akan dihasilkan tanggul.

Masyarakat Dukung Pembangunan Tanggul

Ayub menjelaskan bahwa masyarakat Kampung Wanggar Pantai mendukung program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat bagi kampung mereka, termasuk pembangunan tanggul untuk mengurangi ancaman erosi.

Dukungan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang disepakati bersama oleh kepala kampung, kepala suku, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Menurut Ayub, dukungan dari berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan pembangunan. Ia berharap pekerjaan di lapangan dapat berlangsung lancar dengan keterlibatan dan dukungan warga setempat.

Bagi masyarakat, pembangunan tanggul dinilai bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya mempertahankan wilayah permukiman yang terancam oleh perubahan aliran sungai.

Pembangunan Direncanakan Mulai Oktober 2026

Ayub menyebutkan bahwa pembangunan tanggul direncanakan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026. Namun, proses pelaksanaan pekerjaan juga perlu memperhatikan pengadaan bahan dan material yang harus didatangkan dari luar Nabire.

Faktor pengadaan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

Meski demikian, masyarakat berharap pembangunan tahap pertama dapat segera memberikan manfaat nyata dalam mengurangi ancaman erosi di sepanjang Sungai Kali Wanggar.

Ke depan, pemerintah provinsi diharapkan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan lanjutan dalam perencanaan anggaran 2027. Dengan demikian, penanganan erosi yang diperkirakan mencapai 500 meter dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan tambahan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengenai kemungkinan penambahan panjang tanggul maupun alokasi anggaran lanjutan untuk 2027.

Masyarakat Kampung Wanggar Pantai berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian pemerintah agar upaya perlindungan permukiman dapat dilaksanakan secara lebih optimal.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.