Kepala Suku Mee Agadide Imbau Warga Nabire Jaga Persaudaraan Antarsuku
Nabire, Kepala Suku Mee Agadide di Nabire, Jhon Iyowogi Nawipa, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah untuk menjaga kerukunan antarsuku serta mengutamakan penyelesaian masalah melalui musyawarah. Ia mengingatkan agar persoalan yang melibatkan individu tidak berkembang menjadi konflik antarsuku yang dapat mengancam keamanan dan merusak persaudaraan.
Jhon menegaskan, Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku dan daerah. Keberagaman tersebut perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, membangun komunikasi yang baik, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perselisihan.
Menurut dia, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi secara bijaksana. Masyarakat diminta tidak terburu-buru mengaitkan permasalahan pribadi dengan identitas suku, marga, maupun daerah asal pihak-pihak yang terlibat.
Penyelesaian melalui komunikasi dan pendekatan kekeluargaan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Jhon Iyowogi Nawipa Ingatkan Pentingnya Persaudaraan Antarsuku
Jhon secara khusus mengimbau masyarakat Suku Mee untuk menjaga nama baik suku, marga, dan daerah, sekaligus menghormati keberadaan masyarakat dari kelompok etnis lainnya di Papua Tengah.
Ia menekankan bahwa hubungan baik antarsuku merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Wilayah Meepago merupakan halaman rumah bagi masyarakat Suku Mee. Karena itu, kita harus menjaga keamanan, menghormati sahabat dari suku lain, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak hubungan persaudaraan,” tegas Jhon.
Pesan tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kedamaian, terutama di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang suku, marga, dan budaya yang beragam.
Keamanan Nabire Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Jhon juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi yang berkembang. Menurutnya, sikap waspada harus disertai kebijaksanaan dalam menerima informasi maupun mengambil tindakan ketika menghadapi suatu persoalan.
Ia menilai, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat atau kelompok tertentu, tetapi perlu dimulai dari setiap individu, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, setiap persoalan dapat ditangani secara proporsional tanpa melibatkan pihak-pihak yang tidak berkaitan. Langkah tersebut juga penting untuk mencegah jatuhnya korban akibat konflik yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog.
Ajak Masyarakat Bangun Papua Tengah yang Damai
Jhon berharap seluruh masyarakat di Nabire dan wilayah Papua Tengah dapat terus memperkuat persahabatan serta menjaga hubungan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan biarkan persoalan segelintir orang merusak hubungan persaudaraan antarsuku. Mari kita menjaga Nabire sebagai rumah bersama, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, serta membangun Papua Tengah dalam suasana aman, damai, dan penuh persaudaraan,” tutupnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai landasan dalam membangun Papua Tengah. Melalui kesadaran bersama untuk menghindari provokasi dan mengedepankan musyawarah, kehidupan masyarakat diharapkan tetap aman, harmonis, dan kondusif.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar