Keributan di Bumiwonorejo Nabire Berakhir Damai, 11 Orang Dilaporkan Luka-luka
Nabire, Keributan antarkelompok masyarakat yang terjadi di depan SMP Negeri 2 Nabire dan SD Inpres Bumiwonorejo, Jalan Perintis, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, disepakati berakhir secara kekeluargaan pada Sabtu (17/10/2026). Kepolisian mencatat sekitar 11 orang dari kedua kelompok mengalami luka-luka. Selain itu, satu kendaraan milik petugas dan tujuh kendaraan umum dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Nabire, Kompol Henri Alfredo Korwa, S.I.K., M.H., mengatakan kesepakatan damai dicapai melalui pertemuan yang melibatkan kedua pihak dan sejumlah tokoh masyarakat. Kedua kelompok sepakat tidak memperpanjang persoalan serta berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan tertib.
Hal tersebut disampaikan Henri saat diwawancarai di Polres Nabire, Sabtu (17/10/2026). Ia menjelaskan bahwa kepolisian bersama tokoh masyarakat yang hadir akan menyampaikan kembali hasil kesepakatan kepada masing-masing kelompok agar perdamaian dapat dijaga bersama.
“Proses penyelesaian masalah juga sudah disepakati. Kedua pihak telah menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang kejadian kemarin. Kami berharap ke depan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar dan tertib,” ujarnya.
100 Personel Gabungan Disiagakan di Lokasi Keributan Nabire
Meski kesepakatan damai telah dicapai, aparat keamanan masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keributan susulan.
Menurut Henri, personel keamanan telah berjaga sejak pagi hingga sore hari dan akan tetap berada di lokasi sampai malam untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan pada sore hari. Personel tersebut terdiri atas anggota Polres Nabire dan Brimob Batalyon A Polda. Kehadiran aparat bertujuan menjaga keamanan sekaligus memastikan kedua kelompok mematuhi kesepakatan damai yang telah dibuat.
Keributan Diduga Dipicu Kesalahpahaman soal Sampah
Terkait penyebab keributan antarkelompok di Nabire, Henri mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal yang diterima, insiden tersebut diduga dipicu kesalahpahaman mengenai sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman.
“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Informasi awal memang ada miskomunikasi terkait sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman. Namun, prinsipnya kami masih melakukan pengecekan di lapangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kepolisian belum menyimpulkan penyebab utama keributan karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Sementara itu, jumlah korban dan kondisi masing-masing pihak juga masih dalam pengecekan lebih lanjut.
Henri mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memperkeruh situasi.
Ia meminta masyarakat menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada aparat keamanan dan menunggu informasi resmi dari kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memakan informasi yang tidak benar. Apabila ada informasi yang benar, nanti akan kami sampaikan. Jadi, semuanya diserahkan kepada pihak keamanan,” katanya.
Empat Poin Kesepakatan Damai Kedua Kelompok
Dalam surat pernyataan damai yang disepakati kedua belah pihak di ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire, terdapat empat poin utama sebagai dasar penyelesaian persoalan.
Pertama, kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.
Kedua, kedua pihak sepakat berdamai dan saling meminta maaf atas persoalan yang terjadi.
Ketiga, masing-masing pihak bertanggung jawab atas korban maupun kerusakan barang yang terjadi di pihaknya.
Keempat, apabila terjadi insiden baru setelah kesepakatan damai dibuat, kejadian tersebut akan diperlakukan sebagai permasalahan baru dan tidak berkaitan dengan perkara sebelumnya.
Henri meminta kedua kelompok mematuhi seluruh isi surat pernyataan tersebut serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik kembali.
Ia berharap kesepakatan damai yang telah dibuat dapat menjadi dasar bagi kedua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kepolisian juga berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sehingga situasi keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar