Dinas Perindustrian Nabire Libatkan Pengusaha OAP Jadi Instruktur Pelatihan IKM
Nabire, Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) yang telah berkembang sebagai instruktur dalam pelatihan industri kecil dan menengah (IKM). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri.
Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) Dinas Perindustrian Nabire, Jenie YR Kawer, mengatakan program pelatihan tahun ini mencakup 10 kegiatan yang disertai bantuan peralatan usaha.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di sejumlah distrik dengan jenis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Setiap kegiatan diikuti sekitar 20 hingga 25 peserta, bergantung pada jenis pelatihan yang diselenggarakan.
Menurut Jenie, pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan kepada peserta baru. Pemerintah daerah juga mendorong pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya untuk berbagi pengalaman dan melatih masyarakat yang baru memulai usaha.
“Jadi yang sudah berjalan ini, dia melatih yang baru pemula. Ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan program Dinas Perindustrian telah berdampak bagi pengusaha OAP,” katanya di Nabire, Kamis (16/10).
Usaha Keripik di Wanggar Jadi Contoh Keberlanjutan Program
Salah satu perkembangan yang terlihat berada di Distrik Wanggar. Sejumlah kelompok usaha keripik di wilayah tersebut telah menjalankan produksi secara rutin setelah mengikuti proses pengembangan keterampilan.
Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari keripik pisang, keladi, ubi jalar hingga singkong. Pelaku usaha juga mengembangkan variasi rasa, seperti manis, pedas dan original, untuk memberikan pilihan kepada konsumen.
Pengalaman kelompok usaha tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan berikutnya. Pelaku usaha yang sebelumnya memperoleh keterampilan melalui program pemerintah kini memiliki kesempatan untuk membagikan pengetahuannya kepada peserta pemula.
Pola ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, keterlibatan pengusaha berpengalaman membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan.
Usaha Kecap Disiapkan untuk Mendukung Pelatihan Berikutnya
Selain industri makanan ringan, perkembangan juga terlihat pada usaha pembuatan kecap yang telah berjalan sekitar dua tahun.
Pelaku usaha tersebut juga disiapkan untuk mengambil peran sebagai instruktur dalam kegiatan pelatihan selanjutnya. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dari program sebelumnya dapat terus dimanfaatkan dan diteruskan kepada masyarakat lainnya.
Keterlibatan pengusaha lokal sebagai instruktur menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pelaku IKM. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan saat mengikuti pelatihan, tetapi juga berpeluang mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan warga di sekitarnya.
Pemkab Nabire Alokasikan Rp3,6 Miliar untuk Pengembangan IKM OAP
Program pengembangan IKM ini didukung Pemerintah Kabupaten Nabire melalui alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp3,6 miliar untuk keseluruhan program pemberdayaan usaha milik OAP.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan usaha di sejumlah distrik. Bidang yang dikembangkan mencakup berbagai jenis usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah menjahit, servis elektronik, ukir kayu, pembuatan keripik, instalasi listrik, pengolahan sari gula jahe, depot air minum, pembuatan batako, bakso buah merah, kecap dan batik Papua.
Keberagaman bidang pelatihan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih keterampilan sesuai minat dan potensi usaha di wilayah masing-masing.
Ke depan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pelaksanaan pelatihan dan penyaluran peralatan, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mempertahankan produksi, mengembangkan pasar, serta membagikan keterampilan kepada generasi pengusaha berikutnya.
Melalui pendekatan tersebut, Dinas Perindustrian Nabire mendorong terbentuknya ekosistem usaha lokal yang melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus penggerak pengembangan IKM di Papua Tengah.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar