Dinas Perindustrian Nabire Latih UMKM Olah Buah Merah Menjadi Bakso
Nabire, Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire menggelar pelatihan pembuatan bakso berbahan sari buah merah bagi perwakilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Distrik Nabire, pada 8–9 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nabire dalam mendorong pengembangan industri kecil berbasis potensi daerah. Melalui inovasi pengolahan bahan pangan, pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan produk yang beragam sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah persaingan pasar.

Dorong Inovasi Produk Olahan Pangan Lokal
Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan bakso menggunakan sari buah merah sebagai bahan olahan.

Inovasi ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal, sehingga tidak hanya digunakan dalam bentuk produk yang sudah dikenal masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi olahan baru yang berpotensi memiliki nilai jual.

Pengembangan produk kreatif menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing usaha. Dengan keterampilan pengolahan yang memadai, pelaku usaha memiliki peluang untuk memperluas variasi produk sesuai kebutuhan dan minat konsumen.

Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM
Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para peserta dalam mengembangkan usaha masing-masing.

Peningkatan keterampilan dan kreativitas pelaku UMKM dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan industri kecil di daerah. Selain menciptakan produk baru, pengembangan usaha juga berpotensi membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat apabila didukung dengan pengelolaan usaha dan pemasaran yang baik.

Meski demikian, keberhasilan pengembangan produk tetap memerlukan perhatian terhadap kualitas bahan baku, keamanan pangan, konsistensi rasa, serta penerimaan konsumen. Aspek-aspek tersebut penting agar produk olahan yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan berpeluang dipasarkan secara lebih luas.

Didukung Dana Otonomi Khusus 2026
Pelaksanaan pelatihan pembuatan bakso sari buah merah ini didukung melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire diharapkan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Ke depan, penerapan keterampilan hasil pelatihan diharapkan dapat melahirkan produk olahan pangan yang inovatif, memperkuat industri kecil, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.



[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar