INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Anis Labene: GAMKI Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah dan Pembawa Solusi

Anis Labene: GAMKI Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah dan Pembawa Solusi

(Anis Labene: GAMKI Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah dan Pembawa Solusi)
(Anis Labene: GAMKI Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah dan Pembawa Solusi)

Nabire, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Papua Tengah menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) serentak dan Konferensi Daerah (Konferda) I di Aula Guest House Nabire, Jalan Merdeka, Jumat (9/10/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran pemuda Kristen dalam pembangunan daerah.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Wakil Ketua Umum DPP GAMKI Indonesia Alan Singkali, perwakilan Polda Papua Tengah melalui Direktur Intelijen, Wakil Ketua I DPRD Papua Tengah Dibel Elabi, anggota DPRD Papua Tengah Naomi Kotoki, Sekretaris GAMKI Papua Tengah Jemi Patabang, Nensi Rawyai, serta sejumlah tokoh gereja dan organisasi kepemudaan.

Perwakilan KNPI, Pemuda Katolik, Gemini, dan GMKI juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Anis Labene Tekankan Peran Strategis Pemuda Kristen

Ketua DPD GAMKI Papua Tengah, Anis Labene, mengatakan Konfercab serentak dan Konferda I tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda formal organisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang evaluasi, pembaruan kepemimpinan, serta penyusunan langkah konkret untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Mengusung tema “Pulihkan Bangsa Kami”, Anis mengajak seluruh kader menjadikan nilai iman sebagai landasan untuk memperkuat kepedulian sosial dan mengambil bagian dalam perubahan di Papua Tengah.

Ia menyoroti sejumlah tantangan yang masih membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, krisis moral, intoleransi, diskriminasi, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Anis juga menyinggung persoalan kebebasan beragama, termasuk hambatan dalam menjalankan ibadah dan persoalan penutupan tempat ibadah. Ia menilai pemuda Kristen perlu mengambil peran dalam memperjuangkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.

“GAMKI tidak boleh diam,” tegas Anis.

Ia menjelaskan bahwa perjuangan organisasi bukan untuk mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya, melainkan mendorong terciptanya Indonesia yang damai, demokratis, toleran, dan menghargai martabat manusia.

Lima Komitmen GAMKI Papua Tengah

Dalam sambutannya, Anis memaparkan sejumlah komitmen yang akan menjadi arah perjuangan GAMKI Papua Tengah.

Pertama, memperkuat persatuan pemuda Kristen lintas denominasi dan sinode. Kedua, mengesampingkan perbedaan politik yang berpotensi memecah persaudaraan serta mengutamakan pelayanan kepada Tuhan, bangsa, gereja, dan tanah Papua.

Ketiga, mendorong seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAMKI di delapan kabupaten agar menjalankan peran sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Ia berharap kader GAMKI berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai belum menjawab kebutuhan masyarakat, disertai gagasan dan solusi yang dapat diterapkan.

Keempat, menjaga toleransi dan kedamaian serta menolak segala bentuk diskriminasi berdasarkan agama. Anis menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan kebebasan warga menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.

Kelima, memperluas keterlibatan kader dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda GAMKI memiliki latar belakang pendidikan, profesi, dan keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan Papua Tengah.

Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda untuk berkontribusi sesuai kompetensi masing-masing.

Pendidikan dan Kepemimpinan Jadi Perhatian

Selain konsolidasi organisasi, Anis menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mendorong kader memperkuat pendidikan, memperluas wawasan, serta membangun karakter dan integritas agar mampu menghadapi tantangan pembangunan.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan organisasi dan pembinaan kader, menurutnya, diperlukan untuk melahirkan generasi muda yang memiliki iman kuat, kemampuan intelektual, serta keberanian mengambil tanggung jawab.

Ia berharap Konferda I menjadi awal terbentuknya kepemimpinan baru yang mampu membawa gagasan segar dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Anis juga mengingatkan agar kader tidak hanya berorientasi pada manfaat yang diperoleh dari organisasi, tetapi turut memikirkan kontribusi yang dapat diberikan bagi lingkungan dan masyarakat.

“Jangan menjadi generasi yang hanya mewarisi masalah, jadilah generasi yang menyelesaikan masalah,” pesannya.

Melalui Konfercab serentak dan Konferda I, GAMKI Papua Tengah diharapkan dapat memperkuat persatuan internal, meningkatkan kapasitas kader, serta memperluas kontribusi pemuda Kristen dalam pembangunan.

Anis mengajak seluruh kader menyatukan langkah dan memperkuat persaudaraan agar organisasi dapat mengambil bagian dalam mewujudkan Papua Tengah yang damai, inklusif, dan semakin maju.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.