INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Bupati Deiyai Rancang Pilkades Bertahap, Bantuan Babi Tetap Dilanjutkan

Bupati Deiyai Rancang Pilkades Bertahap, Bantuan Babi Tetap Dilanjutkan

(Bupati Deiyai Rancang Pilkades Bertahap, Bantuan Babi Tetap Dilanjutkan)
(Bupati Deiyai Rancang Pilkades Bertahap, Bantuan Babi Tetap Dilanjutkan)

Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai mulai menyiapkan agenda pemerintahan kampung untuk tahun mendatang. Salah satu rencana yang disampaikan Bupati Deiyai adalah pelaksanaan pemilihan kepala kampung atau Pilkades secara bertahap pada 2027.

Bupati Deiyai Melkianus Mote menyampaikan rencana tersebut saat memberikan pengarahan dalam apel gabungan aparatur pemerintah daerah, Senin (5/10/2026). Menurutnya, pelaksanaan Pilkades perlu disiapkan dengan mempertimbangkan kesiapan administrasi dan kondisi pemerintahan kampung.

Pelaksanaan pemilihan nantinya dapat dilakukan dalam beberapa tahap. Pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Tata Pemerintahan (TAPEM), serta Inspektorat diminta menyiapkan mekanisme pelaksanaannya.

Sementara itu, usulan pemekaran distrik belum menjadi keputusan. Bupati Mote mengatakan rencana tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Pemekaran distrik akan kita lihat berdasarkan kondisi keuangan daerah,” katanya.

Selain pemerintahan kampung, Bupati juga memastikan program bantuan ternak babi tetap dilanjutkan. Namun, pola distribusinya akan dievaluasi agar manfaat ekonomi dapat lebih banyak dirasakan masyarakat kampung.

Skema yang disiapkan mengarah pada pengadaan ternak dari kampung untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat di kampung. Dengan mekanisme tersebut, perputaran ekonomi diharapkan tetap berlangsung di tingkat lokal.

Pada tahap awal, setiap kampung disebut akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan sekitar 20 ekor babi. Program tersebut direncanakan terus berjalan hingga masa jabatan Bupati berakhir.

Bupati menyatakan bantuan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tidak semestinya diberikan dalam bentuk pembagian uang tunai apabila tidak memiliki dasar aturan yang jelas. Karena itu, bantuan produktif berupa ternak dinilai lebih memberikan manfaat jangka panjang.

“Lebih baik bagi babi karena ada hasilnya,” ujarnya.

Program tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan Inspektorat untuk memastikan mekanisme bantuan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati berharap bantuan produktif tidak sekadar menjadi program konsumtif, tetapi dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemkab Deiyai juga masih akan melakukan penyusunan teknis terkait jumlah penerima, mekanisme distribusi, serta pengawasan program. Dengan penataan tersebut, bantuan diharapkan tidak hanya tersalurkan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.