INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pemuda Dogiyai Didorong Jadi Pelaku Perubahan, Ini Pesan Rektor USWIM

Pemuda Dogiyai Didorong Jadi Pelaku Perubahan, Ini Pesan Rektor USWIM

(Pemuda Dogiyai Didorong Jadi Pelaku Perubahan, Ini Pesan Rektor USWIM)
(Pemuda Dogiyai Didorong Jadi Pelaku Perubahan, Ini Pesan Rektor USWIM)

Nabire, Generasi muda Kabupaten Dogiyai didorong untuk tidak hanya menjadi penerima perubahan, tetapi ikut mengambil peran dalam menentukan arah masa depan daerah. Penguatan moral, karakter, pendidikan, kedisiplinan, serta keberanian untuk memiliki cita-cita dinilai menjadi modal penting bagi pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H., saat menjadi pemateri dalam workshop dan diskusi pemuda Kabupaten Dogiyai di Ballroom Homestay Swiss, Nabire, Jumat-Sabtu, 2-3 Oktober 2026.

Kegiatan pembinaan tersebut mengangkat tema “Pemuda Dogiyai Berkarakter, Bermoral, Berprestasi, dan Berani Bermimpi untuk Masa Depan.” Forum ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berdiskusi mengenai pembentukan karakter, nilai moral, pendidikan, pengembangan kemampuan, hingga peran generasi muda dalam pembangunan.

Pemuda Dinilai Punya Peran Strategis

Dalam pemaparannya, Petrus Tekege menempatkan pemuda sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, generasi muda Dogiyai memiliki kesempatan besar untuk memberikan kontribusi positif, baik bagi keluarga maupun bagi daerah dan bangsa.

Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang secara maksimal tanpa fondasi karakter dan moral yang kuat.

Karena itu, pemuda didorong untuk terus meningkatkan pendidikan, keterampilan, disiplin, etos kerja, serta kemampuan dalam melihat peluang. Keberanian untuk memiliki mimpi juga dinilai penting karena cita-cita dapat menjadi arah bagi seseorang dalam menentukan langkah hidupnya.

Tekege menekankan empat prinsip yang perlu diperhatikan generasi muda, yaitu berani menetapkan tujuan besar, membangun karakter, menjadikan moral sebagai dasar perilaku, dan menerjemahkan cita-cita melalui tindakan nyata.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa pemuda tidak seharusnya hanya menunggu masa depan datang. Generasi muda perlu mempersiapkan diri sekaligus mengambil bagian dalam membentuk masa depan tersebut.

Kesempatan Berkontribusi Terbuka di Banyak Bidang

Menurut Tekege, kontribusi pemuda tidak harus diwujudkan melalui satu jenis pekerjaan atau profesi tertentu. Banyak bidang yang dapat menjadi ruang pengabdian sekaligus pengembangan potensi.

Pemuda Dogiyai dapat mengambil peran dalam pendidikan, pemerintahan, kesehatan, pertanian, peternakan, kewirausahaan, teknologi informasi, ekonomi kreatif, olahraga, seni dan budaya, hingga organisasi kepemudaan.

Bidang lingkungan, pelayanan sosial, penelitian dan inovasi juga dinilai memiliki ruang yang luas untuk melibatkan generasi muda.

Setiap pemuda memiliki kemampuan dan minat yang berbeda. Karena itu, yang terpenting bukan keseragaman profesi, melainkan bagaimana kemampuan tersebut dikembangkan dan digunakan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kejujuran Jadi Bagian Penting Pembentukan Karakter

Pembahasan dalam kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya moral dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dan prestasi, menurut pesan yang disampaikan Tekege, perlu berjalan beriringan dengan perilaku yang baik.

Kejujuran, tanggung jawab, menghormati orang tua, menghargai sesama, menjaga perkataan, menepati janji, serta menghargai perbedaan merupakan sejumlah nilai yang perlu ditanamkan dalam kehidupan pemuda.

Demikian pula keberanian untuk mengakui kesalahan dan tidak mengambil hak orang lain menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang dapat dipercaya.

Karakter, dengan demikian, tidak hanya dibangun melalui pendidikan formal. Lingkungan keluarga, sekolah, kampus, organisasi, dan masyarakat menjadi tempat penting bagi generasi muda untuk belajar bertanggung jawab dan memperlakukan orang lain secara baik.

Media Sosial Harus Dimanfaatkan Secara Positif

Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu perhatian dalam materi pembinaan tersebut. Pemuda Dogiyai diingatkan agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk sesuatu yang produktif.

Media sosial dapat digunakan untuk memperoleh pengetahuan, membangun jaringan, memasarkan produk, memperkenalkan budaya, mempromosikan potensi daerah, serta menunjukkan karya generasi muda kepada masyarakat yang lebih luas.

Di sisi lain, pemuda perlu berhati-hati terhadap penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya, ujaran kebencian, penghinaan, maupun konten yang dapat memicu konflik.

Tekege mengajak peserta melihat kembali hubungan mereka dengan teknologi: apakah teknologi digunakan sebagai alat untuk mendukung tujuan hidup, atau justru penggunaan teknologi yang tidak terkendali memengaruhi kehidupan penggunanya.

Mendorong Pemuda Menjadi Pelaku Perubahan

Pada bagian akhir kegiatan, pemuda Dogiyai didorong untuk mulai mengambil langkah nyata tanpa harus menunggu memiliki kemampuan yang sempurna.

Perubahan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti meningkatkan kemampuan diri, menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar, membuat karya, membangun usaha, mengikuti pendidikan, maupun terlibat dalam kegiatan sosial.

Workshop dan diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan kepada pemuda Kabupaten Dogiyai untuk semakin memahami pentingnya karakter, moral, pendidikan dan kedisiplinan sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.

Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemuda Dogiyai dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing dan menghadirkan perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, Kabupaten Dogiyai, serta Indonesia.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.