INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Hendak ke RSUD, Ibu di Mimika Melahirkan Bayi Kembar di Dalam Mobil Patroli

Hendak ke RSUD, Ibu di Mimika Melahirkan Bayi Kembar di Dalam Mobil Patroli

(Hendak ke RSUD, Ibu di Mimika Melahirkan Bayi Kembar di Dalam Mobil Patroli)
(Hendak ke RSUD, Ibu di Mimika Melahirkan Bayi Kembar di Dalam Mobil Patroli)

Mimika, Perjalanan menuju rumah sakit menjadi pengalaman tak terduga bagi seorang ibu hamil di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dalam perjalanan menuju RSUD, perempuan bernama Jerina Wanimbo (36) melahirkan bayi kembar dalam situasi darurat di dalam mobil patroli kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Jerina awalnya hendak dibawa ke rumah sakit setelah warga meminta bantuan kepada anggota Polsek Kwamki Narama karena dirinya mulai mengalami tanda-tanda persalinan.

Situasi semakin mendesak ketika anggota kepolisian tiba di kediaman Jerina. Saat petugas sampai, proses persalinan ternyata sudah berlangsung dan bayi pertama telah lahir di teras rumah.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan petugas kemudian membantu membawa Jerina bersama bayi pertamanya menuju rumah sakit menggunakan kendaraan patroli.

“Pada saat anggota Polsek Kwamki Narama tiba di rumah ibu tersebut, ternyata bayi pertamanya sudah lahir di teras rumahnya,” ujar Yusak kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Setelah memastikan ibu dan bayi dapat dievakuasi, anggota polisi langsung membawa keduanya menuju RSUD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, kondisi Jerina kembali berubah ketika kendaraan masih berada dalam perjalanan.

Bayi kedua lahir di dalam mobil patroli

Jerina kembali mengalami kontraksi. Kondisinya semakin lemah sehingga persalinan tidak dapat lagi ditunda sampai kendaraan tiba di rumah sakit.

Dalam keadaan darurat tersebut, bayi kedua akhirnya lahir di dalam mobil patroli Polsek Kwamki Narama. Persalinan berlangsung tanpa pendampingan tenaga medis karena petugas kepolisian masih dalam perjalanan membawa Jerina menuju fasilitas kesehatan.

“Namun di perjalanan, karena ibu tersebut sudah tidak kuat lagi akhirnya melahirkan bayi kembar yang kedua di atas mobil patroli Kwamki Narama tanpa adanya bantuan medis,” kata Yusak.

Situasi tersebut membuat perjalanan menuju rumah sakit menjadi momen yang penuh ketegangan. Polisi tetap melanjutkan perjalanan untuk memastikan Jerina dan kedua bayinya segera mendapatkan pertolongan medis.

Ibu dan kedua bayi dinyatakan selamat

Setibanya di RSUD, Jerina dan kedua bayinya langsung mendapat penanganan dari petugas kesehatan yang berada di rumah sakit.

Yusak menyampaikan bahwa kedua bayi tersebut memiliki jenis kelamin berbeda. Salah satunya perempuan dan bayi lainnya laki-laki.

Setelah memperoleh pemeriksaan serta perawatan medis, kondisi ibu dan kedua bayi dilaporkan selamat.

“Puji Tuhan bayi kembar berjenis kelamin perempuan dan laki-laki beserta ibunya selamat,” ujar Yusak.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya akses dan respons cepat terhadap kebutuhan persalinan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan tantangan geografis dan akses pelayanan kesehatan yang tidak selalu mudah.

Dalam kondisi persalinan yang berlangsung cepat, perjalanan menuju fasilitas kesehatan dapat berubah menjadi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera. Koordinasi antara masyarakat, aparat, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan ibu dan bayi memperoleh pertolongan secepat mungkin.

Hingga berita ini ditulis, Jerina bersama kedua bayinya masih mendapatkan penanganan di RSUD. Tidak ada informasi mengenai komplikasi setelah persalinan, sementara pihak kepolisian menyatakan ibu dan kedua bayi dalam kondisi selamat setelah mendapat perawatan medis.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.