Insan BPS Nabire Peringati Hari Statistik Nasional 2026, Soroti Pentingnya Data untuk Kebijakan
Nabire, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 melalui apel sederhana di Kantor BPS Nabire, Sabtu (26/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, amanat Kepala BPS Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti dibacakan oleh Plh. Kepala BPS Kabupaten Nabire, Nurfitriah Rahman, SP.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Statistik Berkualitas, Bermakna, dan Berdampak untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa data statistik tidak cukup hanya akurat, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pengambilan kebijakan.
Dalam amanat yang dibacakan pada apel tersebut, Kepala BPS RI mengajak seluruh insan statistik menjadikan HSN sebagai momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen dalam menghasilkan data yang dapat dipercaya.
Perhatian juga disampaikan kepada pegawai, mitra statistik, dan keluarga yang berada di wilayah Pulau Flores yang terdampak gempa bumi, khususnya di sekitar Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Statistik Tidak Sekadar Angka
Pesan utama dalam peringatan HSN 2026 adalah perubahan cara pandang terhadap statistik. Data tidak seharusnya berhenti sebagai tabel, angka, maupun publikasi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi informasi yang berguna dalam kehidupan masyarakat.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa di balik setiap angka terdapat kondisi nyata masyarakat. Data mengenai keluarga, dunia usaha, tenaga kerja hingga generasi muda, misalnya, dapat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan.
“Berkualitas berarti setiap tahapan pekerjaan kita dikerjakan dengan cermat dan jujur. Bermakna berarti kita memahami cerita dan makna di balik angka. Berdampak berarti hasil kerja kita membantu bangsa mengambil keputusan yang lebih baik,” demikian pesan Kepala BPS RI yang dibacakan dalam apel.
Menurut BPS, prinsip tersebut harus diterapkan oleh seluruh unsur organisasi, mulai dari petugas lapangan, pengolah data, pelayanan statistik hingga jajaran pimpinan.
Apresiasi atas Kinerja BPS
Peringatan HSN 2026 juga menjadi momentum untuk mengapresiasi berbagai capaian kelembagaan BPS. Dalam amanat Kepala BPS RI disebutkan bahwa lembaga tersebut mempertahankan predikat Pelayanan Prima dari Kementerian PANRB selama lima tahun berturut-turut.
Selain itu, BPS kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2025. Predikat tersebut disebut telah dipertahankan selama 10 tahun berturut-turut.
BPS juga mencatat tingkat kepatuhan 100 persen dan ketepatan waktu dalam penyampaian LHKAN Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, Indeks Reformasi Birokrasi BPS tercatat 91,31 dan nilai SAKIP mencapai 78,89 dengan kategori BB.
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Perhatian
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) juga menjadi salah satu bagian penting dalam amanat HSN tahun ini. Seluruh pegawai dan mitra statistik mendapat apresiasi atas pekerjaan pengumpulan serta pengolahan data ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Data yang dihasilkan dari SE2026 diharapkan dapat memberikan gambaran terbaru mengenai struktur ekonomi dan persebaran aktivitas usaha di Indonesia.
Selain menjadi sumber informasi mengenai kondisi ekonomi, hasil sensus tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan Statistical Business Register serta kebutuhan penyusunan rebasing Produk Domestik Bruto (PDB).
Tantangan Teknologi dan Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian BPS. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan ilmu data dinilai dapat membantu meningkatkan efektivitas pekerjaan statistik.
Namun, penerapan teknologi tetap harus berjalan bersama prinsip metodologi statistik, kualitas data, transparansi, etika, keamanan, serta perlindungan kerahasiaan informasi.
BPS juga mendorong agar statistik dapat tersedia secara lebih cepat dan rinci tanpa mengurangi ketepatan serta keterbandingan data.
Pentingnya Literasi Statistik
Selain menghasilkan data, BPS menilai edukasi kepada masyarakat mengenai cara memahami statistik menjadi bagian penting dari tugas lembaga tersebut.
Literasi statistik diperlukan agar masyarakat mampu membaca dan menafsirkan data secara tepat, terutama ketika informasi dan angka digunakan dalam ruang publik.
Peringatan HSN 2026 di BPS Nabire pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Melalui data yang akurat, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta peningkatan literasi statistik, BPS diharapkan dapat terus menghadirkan informasi yang membantu pemerintah maupun masyarakat memahami berbagai perkembangan sosial dan ekonomi.
Apel peringatan HSN 2026 di Kantor BPS Kabupaten Nabire berlangsung sederhana dan menjadi bagian dari peringatan Hari Statistik Nasional yang diperingati pada 26 September 2026.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar