Melkias Muyapa Ajak Masyarakat Mee Perkuat Adat dan Dukung Pembangunan Papua Tengah
Nabire, Usai mendapat pengakuan dari sejumlah kepala suku di Provinsi Papua Tengah sebagai Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa, S.IP., menyerukan penguatan adat, pelestarian budaya, serta kolaborasi antara masyarakat adat dan pemerintah.
Muyapa menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah dan masyarakat Meuwodide yang memberikan kepercayaan kepadanya sebagai salah satu pemangku adat Suku Mee. Baginya, pengakuan tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi membawa tanggung jawab untuk ikut menjaga kehidupan masyarakat adat dan memastikan nilai-nilai budaya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Adat dan budaya menjadi pondasi generasi muda
Dalam penyampaiannya, Muyapa mengajak masyarakat Meuwodide menjadikan adat dan budaya sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan sosial di Papua Tengah.
Ia menilai pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas masyarakat dan memberikan pedoman bagi generasi muda.
“Mari kita membangun dan meletakkan pondasi yang baik melalui adat dan budaya suku kita. Mari kita menjaga dan melestarikan adat serta budaya sebagai dasar bagi generasi penerus kita,” kata Muyapa.
Selain menjaga budaya, ia juga mengajak masyarakat mendukung program pembangunan pemerintah mulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten hingga provinsi.
Menurutnya, pembangunan akan memiliki manfaat apabila program yang telah direncanakan benar-benar sampai kepada masyarakat dan menjawab kebutuhan mereka.
Pemerintah dan masyarakat adat diminta berjalan bersama
Muyapa juga menyoroti pentingnya komunikasi antara pemerintah dan para pemangku adat. Ia menyebut pemerintah dan masyarakat adat memiliki peran masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam proses pembangunan.
Koordinasi yang baik dinilai diperlukan agar kebijakan pemerintah tetap memperhatikan kondisi sosial, budaya dan kepentingan masyarakat adat.
“Pemerintah dan adat adalah mitra. Kita harus bersama-sama menjaga, saling mendukung, serta menghormati hak adat dan kewenangan pemerintah sesuai dengan peran masing-masing,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, ia menyatakan akan mendorong hubungan yang konstruktif antara pemerintah, tokoh adat dan masyarakat selama menjalankan perannya sebagai Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah.
Pengakuan kepala suku membawa tanggung jawab
Muyapa menjelaskan, pengakuan sebagai kepala suku menurut pandangannya tidak berhenti pada pemberian gelar. Posisi tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab terhadap masyarakat adat, lingkungan serta keberlangsungan kehidupan sosial dan budaya.
Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi kehidupan masyarakat Mee dan Meuwodide, terutama bagi generasi yang akan datang.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membangun hubungan harmonis dengan berbagai suku yang hidup di Papua Tengah.
Menurut Muyapa, keberagaman masyarakat di provinsi tersebut perlu dirawat melalui sikap saling menghargai, menghormati dan menjaga persaudaraan.
Pemerintah diminta membuka ruang aspirasi
Dalam kesempatan itu, Muyapa turut meminta pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang mereka hadapi.
Ia menilai suara masyarakat perlu menjadi bagian dari proses pembangunan. Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat, menurutnya, perlu mendapat perhatian dan respons dari pemerintah agar dapat ditangani sejak awal.
“Apa pun yang disampaikan masyarakat, pemerintah harus mendengar dan menerima aspirasi tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan masyarakat perlu dilakukan secara serius dengan tetap memperhatikan kondisi dan kepentingan masyarakat Papua Tengah.
Suku Mee nyatakan kesiapan menjaga Papua Tengah
Sebagai Kepala Suku Besar Mee, Muyapa menyampaikan komitmen Suku Mee untuk ikut menjaga kehidupan bersama di Papua Tengah. Ia menggambarkan Suku Mee sebagai bagian dari masyarakat yang siap menerima dan hidup berdampingan dengan berbagai kelompok suku lainnya.
“Kami Suku Mee siap menjadi orang tua dan tuan rumah bagi suku-suku lain yang ada di Provinsi Papua Tengah. Kita harus mencanangkan Papua Tengah sebagai rumah kita bersama,” ucapnya.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengawal program pemerintah sekaligus menjaga kepentingan masyarakat adat.
Menurutnya, pembangunan Papua Tengah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk pemerintah, kepala suku, tokoh adat dan masyarakat.
Muyapa berharap sinergi tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga adat, budaya, lingkungan serta hak-hak masyarakat adat.
“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga keamanan, pembangunan, adat dan budaya, serta hak-hak masyarakat adat demi masa depan generasi penerus Papua Tengah,” tuturnya.
[Nabire.Net/Yohanes Nawipa]





Tinggalkan Komentar