Tiga Penerbangan di Bandara Nabire Dibatalkan akibat Asap
Nabire, Aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, terganggu akibat kondisi asap tebal pada Jumat (18/9/2026). Penurunan jarak pandang yang dikaitkan dengan pembakaran lahan dan kondisi El Nino membuat sejumlah penerbangan harus dibatalkan demi pertimbangan keselamatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pengelola Bandara Douw Aturure karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan. Ketika kondisi lingkungan tidak memenuhi aspek keselamatan, penerbangan dapat ditunda atau dibatalkan.
Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Douw Aturure Nabire, Allrido Simandjuntak, mengatakan asap dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan.
“Pembukaan lahan dengan pembakaran, ditambah dengan fenomena El Nino, sangat berdampak buruk,” ujar Allrido saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat pagi.
Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Berdasarkan pembaruan kondisi penerbangan pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIT, terdapat sejumlah penerbangan yang terdampak kondisi asap dan jarak pandang.
Beberapa penerbangan yang tercatat dibatalkan antara lain pesawat dengan registrasi PK-IWU milik Intan Angkasa pada rute NBX-KM100-NBX. Kemudian PK-LTY dari Asian One dengan rute NBX-Wapoga-Lagari-NBX.
Selain itu, pesawat PK-SCI milik Bunga Persada dengan rute NBX-BYB-NBX juga mengalami pembatalan. Pesawat tersebut tercatat terdampak pada beberapa jadwal penerbangan.
Penerbangan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada kisaran pukul 06.30 hingga 09.00 WIT tersebut tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal karena kondisi asap dinilai tidak mendukung penerbangan yang aman.
Sementara itu, berdasarkan informasi kondisi penerbangan yang disampaikan pada Jumat siang, sejumlah penerbangan dari Sriwijaya Air dan Lion Group masih beroperasi secara normal.
Keselamatan Jadi Pertimbangan Utama
Allrido menegaskan bahwa keputusan terkait operasional penerbangan sangat mempertimbangkan faktor keselamatan. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah jarak pandang di sekitar wilayah bandara.
Asap pekat dapat mengurangi visibilitas sehingga kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum pesawat melakukan penerbangan.
Gangguan penerbangan juga berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi udara dari dan menuju Nabire. Penumpang yang penerbangannya dibatalkan maupun mengalami perubahan jadwal perlu menunggu informasi lebih lanjut dari pihak maskapai terkait penerbangan berikutnya.
Warga Diminta Tidak Membakar Lahan
Selain berpengaruh terhadap penerbangan, kondisi asap juga disebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat di luar ruangan dan kualitas lingkungan.
Karena itu, Allrido mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran. Menurutnya, pencegahan kebakaran lahan membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak awal.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih luas,” katanya.
Ia menilai upaya mencegah pembakaran lahan tidak hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan kelancaran berbagai aktivitas, termasuk transportasi udara.
Data Penerbangan
Pada pembaruan kondisi Jumat pukul 10.00 WIT, sedikitnya tiga penerbangan atau rute tercatat mengalami pembatalan, dengan salah satu pesawat dilaporkan terdampak pada beberapa jadwal. Sementara beberapa penerbangan maskapai lainnya masih berjalan.
Belum terdapat data pembanding dalam informasi yang dihimpun mengenai jumlah pembatalan penerbangan pada hari-hari sebelumnya akibat kondisi asap.
Pihak bandara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pembakaran lahan. Kondisi penerbangan selanjutnya dapat berubah mengikuti perkembangan jarak pandang dan kondisi lingkungan di sekitar Bandara Douw Aturure Nabire.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar