61 Mahasiswa Baru Puncak Jaya Ikuti Pembekalan di Kota Studi Nabire
Nabire, Sebanyak 61 mahasiswa baru asal Kabupaten Puncak Jaya resmi bergabung dalam rangkaian Penerimaan dan Pembekalan Mahasiswa Baru (PPMB) Kota Studi Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kegiatan pembekalan bagi angkatan 2026–2027 tersebut berlangsung di Cendricho Kalibobo, Asrama Puncak Jaya (ASPUJA), Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT itu menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan organisasi, kehidupan kerohanian, serta nilai-nilai kemandirian selama menjalani pendidikan di Kota Studi Nabire.
Pembukaan pembekalan dihadiri Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Kabupaten Puncak Jaya (KMPPJ), panitia PPMB, pengurus asrama, pengurus delapan ikatan, para narasumber, serta mahasiswa dan mahasiswi asal Puncak Jaya yang berada di Nabire.
Sejumlah pelajar dan mahasiswa dari berbagai komunitas di Kota Studi Nabire juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal kehidupan komunitas mahasiswa Puncak Jaya sekaligus memahami tanggung jawab mereka sebagai bagian dari organisasi.
Ketua Panitia Pembekalan PPMB, Tendion Murib, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana. Rangkaian pembekalan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Badan Pengurus KMPPJ se-Kota Studi Nabire, Apinus Tabuni.
Mengusung Nilai Iman dan Masa Depan
PPMB tahun ini mengangkat tema “Melangkah dengan Iman Menuju Masa Depan yang Penuh Harapan.”
Sementara subtema yang digunakan menekankan pembentukan mahasiswa yang visioner, mengandalkan Tuhan dalam proses pembelajaran, serta mampu memahami panggilan hidupnya.
Tema tersebut menjadi landasan bagi peserta untuk melihat masa perkuliahan bukan hanya sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai tahapan membangun karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Pada hari pertama, panitia menghadirkan tiga materi utama yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa.
Materi pertama mengenai perjuangan dalam kerohanian disampaikan Pdt. Mesak Tablo, S.Th. Selanjutnya, materi pengorganisasian diberikan oleh Wainam Kogoya, sedangkan pembahasan mengenai kemandirian disampaikan Rival Murib.
Ketiga materi tersebut diarahkan untuk memberikan bekal dasar kepada mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan pendidikan sekaligus aktivitas organisasi.
Senior dan Junior Diminta Saling Menghargai
Dalam sesi kerohanian, Pdt. Mesak Tablo, S.Th., mengingatkan peserta agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai proses selama berada di lingkungan mahasiswa Puncak Jaya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara mahasiswa senior dan junior melalui sikap saling menghormati serta menghargai.
Peserta juga diajak untuk tidak semata-mata mengandalkan kemampuan pribadi dalam menghadapi tantangan. Kehidupan perkuliahan, menurut materi yang disampaikan, perlu dijalani dengan mengakui pertolongan Tuhan dalam setiap proses.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembekalan karena mahasiswa baru akan menghadapi lingkungan akademik dan sosial yang berbeda dari masa sekolah.
Didorong Menjadi Generasi Berprestasi
Ketua Panitia PPMB tingkat komunitas mahasiswa dan pelajar Puncak Jaya Kota Studi Nabire, Tendion Kogoya, mengatakan pembekalan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membentuk mahasiswa yang tangguh, berprestasi dan memiliki kemampuan kepemimpinan.
Ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh badan pengurus KMPPJ yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang membantu pelaksanaan kegiatan juga mendapat penghargaan dari panitia.
Kepada 61 mahasiswa baru, Tendion mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan serta nama baik organisasi selama berada di Kota Studi Nabire.
“Tempat inilah menjadi tempat terciptanya pemimpin hebat di daerah Kabupaten Puncak Jaya, bangsa, dan negara.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar mahasiswa baru melihat proses pendidikan dan kehidupan organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju masa depan.
Tiga Hari Menjadi Awal Proses Pembinaan
Pembekalan PPMB dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Selain materi yang telah diberikan pada hari pertama, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya sesuai agenda yang disiapkan panitia.
Secara umum, kegiatan pembekalan menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa baru untuk memperoleh gambaran mengenai kehidupan organisasi, membangun relasi dengan sesama mahasiswa asal Puncak Jaya, serta memahami nilai-nilai yang perlu dijaga selama berada di Kota Studi Nabire.
Bagi komunitas mahasiswa Puncak Jaya, kehadiran 61 mahasiswa baru angkatan 2026–2027 menambah anggota baru yang nantinya diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan organisasi dan kehidupan sosial di lingkungan mahasiswa.
Panitia juga mengajak seluruh peserta menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian selama mengikuti seluruh rangkaian pembekalan.
Kegiatan tiga hari tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi para mahasiswa baru untuk beradaptasi, membangun karakter, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi perjalanan akademik di Kota Studi Nabire.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]





Tinggalkan Komentar