INFO NABIRE
Home » Blog » Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran SMPN 5 Satap Wanggar Nabire

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran SMPN 5 Satap Wanggar Nabire

(Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran SMPN 5 Satap Wanggar Nabire)
(Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran SMPN 5 Satap Wanggar Nabire)

Nabire, SMP Negeri 5 Satap Karadiri Distrik Wanggar, Nabire, Papua Tengah, terbakar pada Jumat, 11 September 2026. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyebabkan api menyebar dan merusak bangunan beserta sejumlah perlengkapan belajar.

Bangunan yang terbakar diketahui berkaitan dengan Ona Kambu, 45 tahun, yang berprofesi sebagai guru dan berdomisili di Karadiri. Berdasarkan laporan kejadian, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.

Laporan mengenai kebakaran diterima petugas pada Jumat siang. Setelah mendapatkan informasi, personel piket siaga pemadam kebakaran Regu III Pemerintah Provinsi Papua Tengah langsung bergerak menuju lokasi.

Tim berangkat sekitar pukul 14.33 WIT dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 14.55 WIT. Sesampainya di lokasi, petugas melakukan penanganan dan proses evakuasi hingga kegiatan tersebut dinyatakan selesai sekitar pukul 15.30 WIT.

Laporan awal menyebutkan bahwa sumber kebakaran diduga berasal dari gangguan atau korsleting pada instalasi listrik. Namun, penyebab teknis secara lebih rinci tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peralatan Sekolah Ikut Terdampak

Kebakaran mengakibatkan satu bangunan mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas pendidikan di dalamnya, antara lain bangku, meja, dan papan tulis, turut terdampak.

Meski menyebabkan kerusakan material, laporan kejadian mencatat tidak ada korban jiwa, baik dari penghuni bangunan, petugas maupun relawan yang terlibat dalam penanganan.

Penanganan di lapangan dilakukan oleh personel Piket Siaga Damkar Regu III Pemprov Papua Tengah dengan dukungan sejumlah personel lainnya, termasuk unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Masyarakat Diingatkan Waspadai Instalasi Listrik

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan pentingnya memastikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang digunakan untuk aktivitas masyarakat dan pendidikan.

Korsleting listrik dapat terjadi ketika terdapat gangguan pada sistem kelistrikan, seperti kabel yang rusak, sambungan tidak sesuai, atau beban listrik yang berlebihan. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Hingga penanganan selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas sekolah menjadi bagian penting untuk menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.