INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Kebakaran Paniai yang Tewaskan 11 Orang

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Kebakaran Paniai yang Tewaskan 11 Orang

Paniai, Kelompok yang mengatasnamakan TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas kebakaran yang terjadi di wilayah Paniai pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Dalam pernyataan yang disebut sebagai siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut mengklaim kebakaran dilakukan secara sengaja dan menyebut sejumlah rumah yang terbakar sebagai milik orang yang mereka tuduh terkait dengan aktivitas intelijen pemerintah.

Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga perkembangan terakhir yang diberitakan media dan keterangan aparat, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.

11 Orang Meninggal Dunia

Kebakaran terjadi di kawasan pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, sekitar pukul 00.25 WIT pada Senin (7/9/2026).

Kobaran api dengan cepat merambat karena bangunan rumah dan kios berada dalam kondisi berdekatan. Sekitar 40 bangunan dilaporkan terbakar dan 11 orang ditemukan meninggal dunia.

Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang terbakar dan mengevakuasi para korban ke RSUD Paniai.

Sebanyak 11 korban terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak. Tim Disaster Victim Identification (DVI) kemudian melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban.

TPNPB Sampaikan Klaim

Dalam siaran pers yang beredar, pihak yang mengatasnamakan TPNPB menyatakan bahwa aksi pembakaran tersebut dilakukan oleh pasukan mereka.

Mereka juga mengklaim bahwa orang-orang yang menjadi sasaran merupakan bagian dari jaringan intelijen yang menurut kelompok tersebut selama ini memantau aktivitas mereka.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut meminta aparat keamanan tidak melakukan penangkapan terhadap masyarakat sipil dan menyatakan bertanggung jawab atas aksi yang mereka klaim dilakukan.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Keterangan resmi yang tersedia menunjukkan bahwa penyebab kebakaran masih menjadi fokus penyelidikan aparat.

Kapolres Paniai AKBP Royke Betaubun sebelumnya mengatakan penyidik masih mendalami keterangan sejumlah saksi. Polisi juga menemukan keterangan awal mengenai adanya dua orang di sekitar salah satu rumah sebelum api membesar. Informasi tersebut masih didalami untuk mengetahui bagaimana kebakaran bermula.

Tim DVI dan laboratorium forensik juga dilibatkan dalam proses penanganan pascakebakaran. Polisi memperkirakan kerugian material sementara mencapai sekitar Rp2 miliar.

Pada 9 September 2026, seluruh 11 korban telah berhasil diidentifikasi dan jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Selain korban jiwa, kebakaran tersebut menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sekitar. Puluhan bangunan yang digunakan sebagai rumah sekaligus kios ikut terbakar.

Sebagian warga yang kehilangan tempat tinggal sementara ditampung di sejumlah fasilitas, termasuk Mapolsek dan Puskesmas Paniai Timur. Jumlah pasti warga yang terdampak masih dalam pendataan.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap kondisi keamanan dan perlindungan masyarakat di wilayah Paniai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.