Kampung Sawa Oridek Mulai Perkuat Ketahanan Iklim Lewat Program ProKlim 2026
Biak, Upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim mulai digerakkan di Kampung Sawa Oridek, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Biak Numfor menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) 2026 sebagai langkah awal mendorong keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan.
Sosialisasi berlangsung Kamis, 3 September 2026, dan diikuti Kepala Distrik Oridek, pemerintah Kampung Sawa Oridek, tokoh masyarakat, pemuda, kader lingkungan serta puluhan warga.
Program tersebut tidak hanya memperkenalkan konsep adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, tetapi juga mengajak masyarakat menerapkannya melalui kegiatan yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga dan kelompok masyarakat.

Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan DLH Biak Numfor, Yanti Doom, mengatakan Kampung Sawa Oridek dipilih karena memiliki potensi sumber daya alam serta dukungan masyarakat yang dinilai cukup kuat.
“Melalui ProKlim, warga diajak mulai dari hal sederhana seperti pengelolaan sampah rumah tangga, penanaman pohon, konservasi air, hingga pertanian dan perikanan ramah iklim,” kata Yanti.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai sejumlah aspek penting ProKlim. Di antaranya adaptasi perubahan iklim, pemanfaatan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan, pengurangan emisi melalui pengelolaan sampah dan penggunaan energi, pengurangan risiko bencana, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pengembangan pendanaan yang berkelanjutan.

Dukungan juga diberikan melalui pembagian bibit tanaman. DLH bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan menyerahkan bibit rica, bawang dan berbagai jenis sayuran untuk ditanam di pekarangan rumah maupun lahan kelompok pertanian.
Kepala Distrik Oridek, Williams Mambrasar, menyambut positif pelaksanaan ProKlim dan berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat di 14 kampung yang berada di wilayah distrik tersebut.
Sementara itu, Kepala Kampung Sawa Oridek, Roky Warpur, menyatakan kesiapan masyarakat menjalankan program tersebut. Kampung Sawa Oridek sendiri mengajukan diri sebagai Kampung Iklim tingkat Pratama pada 2026.
“Program ini sangat kami butuhkan. Kami siap bergerak bersama. Harapannya Sawa Oridek bisa jadi contoh kampung yang peduli iklim di Biak Numfor,” ujarnya.

Setelah sosialisasi, DLH Biak Numfor akan melakukan pendampingan teknis selama tiga bulan. Pendampingan mencakup penyusunan profil kampung, pelaksanaan aksi lingkungan serta pemantauan kegiatan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap ProKlim dapat membuat masyarakat Sawa Oridek semakin siap menghadapi perubahan iklim sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi hijau.
[Nabire.Net/Hendy Mirino]





Tinggalkan Komentar