INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Musim Kemarau, Pemkab Deiyai Siapkan 17 Mobil Tangki untuk Distribusi Air

Musim Kemarau, Pemkab Deiyai Siapkan 17 Mobil Tangki untuk Distribusi Air

(Musim Kemarau, Pemkab Deiyai Siapkan 17 Mobil Tangki untuk Distribusi Air)
(Musim Kemarau, Pemkab Deiyai Siapkan 17 Mobil Tangki untuk Distribusi Air)

Deiyai,  Pemerintah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, memperkuat langkah penanganan dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, perangkat daerah, pemerintah distrik hingga pemerintah kampung mengintensifkan koordinasi untuk memastikan kebutuhan air warga dapat segera dipenuhi.

Penguatan penanganan tersebut dibahas dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kekeringan/Kemarau yang berlangsung di Aula Rapat Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Senin (31/8/2026).

Rapat tersebut menjadi forum untuk menyatukan data mengenai kampung yang mengalami kesulitan air, ketersediaan sumber air, kebutuhan masyarakat serta fasilitas yang dapat digunakan untuk mendukung distribusi.

Distribusi Air Sudah Dimulai

Upaya penanganan kekeringan di Deiyai sebenarnya telah berjalan sebelum rapat Satgas digelar. Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai bersama Kodim 1703/Deiyai sebelumnya telah mengerahkan personel untuk membantu penyaluran air kepada masyarakat.

Salah satu lokasi yang telah mendapatkan distribusi air berada di Yomeni, Kampung Waghete 1.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi cuaca yang belum menentu dan potensi meningkatnya kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau.

Dandim 1703/Deiyai Inf. M. Abli Aufa, S.H., mengatakan distribusi air telah dimulai sejak Sabtu dan direncanakan terus dilakukan hingga Rabu.

“Kita tetap antisipasi karena perkiraan cuaca ini tidak pasti. Puji Tuhan kemarin kita sudah mulai dari hari Sabtu sampai besok hari Rabu, seperti di Yomeni.” ujar Abli.

Dari hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 17 mobil tangki yang berpotensi mendukung distribusi air. Kendaraan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk fasilitas yang dimiliki Kodim.

Pemkab Diminta Petakan Kebutuhan Air

Bupati Deiyai menekankan bahwa langkah berikutnya harus difokuskan pada pemetaan kampung yang benar-benar membutuhkan pasokan air sekaligus memastikan sumber air yang digunakan aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pemerintah daerah juga akan melakukan pendekatan kepada pemilik sumber air agar proses pengambilan dan distribusi dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan di lapangan.

“Kita cari sumber air. Kita beli, dan kita distribusikan ke masyarakat. Cari sumber air yang tidak bermasalah.” kata Bupati Deiyai.

Menurutnya, bantuan air harus diberikan kepada seluruh masyarakat yang terdampak tanpa membedakan latar belakang. Proses komunikasi dengan pemilik sumber air juga diminta dilakukan secara baik melalui negosiasi yang mengedepankan kepentingan kemanusiaan.

Selain itu, Bupati meminta agar masyarakat mendapatkan penjelasan sebelum distribusi dilakukan. Sosialisasi dinilai penting agar mekanisme pembagian air dapat dipahami dan berjalan tertib.

“Sebelum dibagikan harus ada semacam sosialisasi,” katanya.

Titik Api Mulai Ditangani

Persoalan akibat musim kemarau di Deiyai tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air. Sejumlah titik api juga telah ditemukan dan ditangani oleh petugas sebagai langkah pencegahan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Satpol PP bersama BPBD Kabupaten Deiyai telah melakukan pemadaman di beberapa lokasi.

Penanganan dini tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah menghadapi kondisi kering yang dapat meningkatkan potensi kebakaran lahan.

Kapolres Deiyai Kompol Sarifudin Ahmad mengatakan kondisi asap yang terlihat di wilayah Deiyai juga perlu dilihat berdasarkan sumbernya. Menurut dia, asap yang masuk ke Deiyai sebagian berasal dari wilayah kabupaten sekitar.

Ia menilai Deiyai memiliki potensi sumber air yang cukup besar sehingga persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sumber tersebut dikelola dan dimanfaatkan secara tepat.

“Sebenarnya di Deiyai ini tidak kekurangan air. Hanya pengelolaan saja. Air danau juga sangat baik untuk dipakai untuk cuci.” ujar Sarifudin.

Untuk mendukung penanganan, Polres Deiyai telah menyiapkan sejumlah perlengkapan, termasuk Alkon dan selang. Kendaraan juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan.

“Pada intinya kami siap membantu Pemkab untuk menangani masalah ini,” tegasnya.

BPBD: Data Kebutuhan Sudah Terpetakan

Kepala BPBD Kabupaten Deiyai Emanuel Doo mengatakan pihaknya telah memiliki data mengenai sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air.

Menurut Emanuel, tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan fasilitas sehingga distribusi dapat segera dilakukan.

“Soal titik air sudah jelas. Sekarang tim tinggal kerja. Soal data sudah aman. Tinggal fasilitas saja yang kurang.” ungkapnya.

Bupati kemudian meminta agar data yang dimiliki BPBD, Kodim dan Polres disatukan serta diverifikasi kembali. Data tersebut diharapkan tidak hanya mencantumkan lokasi terdampak, tetapi juga kebutuhan air, sumber air yang tersedia serta sarana transportasi yang dapat digunakan.

Pemerintah kampung dan kepala perangkat daerah juga diminta ikut berkontribusi. Bupati menegaskan bahwa keberadaan 17 mobil tangki yang telah terdata belum otomatis berarti seluruh kebutuhan masyarakat telah terpenuhi.

“Bukan berarti 17 itu sudah cukup. Kalau ada kepala-kepala dinas yang mau menyumbangkan untuk bantuan ini bisa juga. Saya harap ada bantuan juga dari desa-desa.” ujarnya.

Penanganan Berbasis Data dan Kemanusiaan

Dandim 1703/Deiyai berharap seluruh pemangku kepentingan mengambil bagian dalam penanganan kondisi tersebut. Menurutnya, distribusi air merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang membutuhkan kerja bersama.

“Harapnya peran serta dari semua stakeholder. Kami akan tetap lanjutkan. Setidaknya semua ini adalah misi kemanusiaan. Pelayanan untuk masyarakat adalah 24 jam.” katanya.

Bupati juga meminta agar pendataan berikutnya melibatkan kepala suku dan unsur masyarakat setempat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Deiyai menargetkan seluruh data terkait kebutuhan air dan dukungan fasilitas dapat diperjelas dalam pertemuan lanjutan pada Rabu.

Bupati berharap setelah proses verifikasi selesai, pemerintah bersama TNI, Polri dan seluruh pihak terkait dapat langsung menjalankan langkah distribusi secara terarah.

“Pertemuan berikut harus sudah klir. Data harus sedetail mungkin. Gandeng kepala suku. Pihak-pihak terkait harus ditemui. Hari Rabu kita ketemu lagi dan saya harap semua sudah klir.” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1703/Deiyai dan Polres Deiyai yang telah lebih dahulu bergerak membantu masyarakat.

Dengan penyatuan data, penambahan fasilitas dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Deiyai berharap penanganan dampak kemarau dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran, terutama dalam memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan air memperoleh bantuan sesegera mungkin.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.