STIE Pelita Harapan Nabire Gelar Kuliah Perdana, Mahasiswa Didorong Jadi Wirausahawan
Nabire, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Harapan Nabire membuka kegiatan perkuliahan dengan menanamkan semangat kewirausahaan kepada mahasiswa. Kuliah perdana yang berlangsung di Aula SMK Petra Nabire tersebut menghadirkan Yakubus Dumapa, S.IP., M.IP., sebagai pembicara utama.
Mengangkat tema “Dari Kuliah Kewirausahaan Disiapkan Semasa Kuliah, Dikerjakan Sesudah Kuliah,” kegiatan ini menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mempersiapkan kemampuan untuk menciptakan peluang ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan.
Ketua STIE Pelita Harapan Nabire, Andrean Majesfa, S.Sos., M.Si., mengatakan perkembangan kampus terus menunjukkan kemajuan meski institusi tersebut baru memasuki usia empat tahun. Menurut dia, STIE Pelita Harapan Nabire kini telah memiliki lebih dari 200 mahasiswa.
Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 13 dosen telah mengantongi Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Sementara itu, delapan tenaga pengajar lainnya masih menjalani proses pengusulan NIDN.
Andrean menyebut perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Nabire. STIE Pelita Harapan Nabire juga telah menerima piagam penghargaan dari LLDIKTI dan terus mempersiapkan pengembangan program studi.
Dalam waktu mendatang, kampus tersebut berencana menghadirkan program Ekonomi Manajemen Retail, sementara program Ekonomi Akuntansi telah dibuka. STIE Pelita Harapan Nabire juga telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa angkatan pertama.
Kampus Permanen Capai 90 Persen
Pendiri STIE Pelita Harapan Nabire, Deki Degei, SE., MM., turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pendirian perguruan tinggi tersebut.
Ia mengungkapkan pembangunan gedung permanen STIE Pelita Harapan Nabire di Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Dengan progres tersebut, pihak kampus menargetkan mahasiswa dapat mulai menjalani kegiatan perkuliahan di lokasi permanen pada tahun depan.
Dalam acara yang sama, Ketua Yayasan Pelayanan Pelita Meedimi (YAPPEMED), Yoram Degei, S.AB., menyerahkan piagam penghargaan kepada Yakubus Dumapa atas dukungannya terhadap perjuangan pendirian STIE Pelita Harapan Nabire.
Yakobus Dumapa yang juga dikenal sebagai mantan Bupati Dogiyai disebut memberikan dukungan penting dalam proses pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
Tidak hanya memberikan dukungan terhadap institusi, Yakubus juga turut memperkuat aspek literasi mahasiswa. Ia menyumbangkan 150 buku untuk perpustakaan STIE Pelita Harapan Nabire.
Buku tersebut terdiri atas tiga judul dengan masing-masing 50 eksemplar. Sumbangan itu diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan sekaligus mendorong mahasiswa lebih aktif mengembangkan wawasan melalui literasi.
Yakobus sendiri diketahui aktif menulis dan telah menghasilkan 32 judul buku. Dalam kuliah perdana, ia membagikan pengalaman serta pemikirannya kepada mahasiswa mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan sejak berada di bangku kuliah.
Mahasiswa Didorong Tak Sekadar Mengejar Gelar
Mahasiswa STIE Pelita Harapan Nabire, Alince Nawipa, mengapresiasi kehadiran Yakubus sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, materi yang diberikan memberikan dorongan bagi mahasiswa ekonomi untuk melihat pendidikan bukan sebatas jalan memperoleh ijazah.
“Kami merasa terharu dan termotivasi dengan materi yang disampaikan. Semoga kami sebagai mahasiswa semakin semangat belajar dan mampu mempersiapkan masa depan dengan baik,” ujar Alince.
Ia menilai mahasiswa bidang ekonomi memiliki peluang untuk berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kuliah perdana STIE Pelita Harapan Nabire tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat tiga aspek penting, yakni pendidikan, literasi, dan kewirausahaan. Dengan pengembangan program studi serta pembangunan kampus permanen yang hampir rampung, STIE Pelita Harapan Nabire menargetkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mencetak generasi muda Papua Tengah yang mampu menciptakan peluang usaha serta berkontribusi bagi perekonomian daerah.
[Nabire.Net/John Nawipa]





Tinggalkan Komentar