INFO NABIRE
Home » Blog » Prodi D-III Keperawatan Nabire Gelar Kuliah Pakar tentang Tuberkulosis

Prodi D-III Keperawatan Nabire Gelar Kuliah Pakar tentang Tuberkulosis

(Prodi D-III Keperawatan Nabire Gelar Kuliah Pakar tentang Tuberkulosis)
(Prodi D-III Keperawatan Nabire Gelar Kuliah Pakar tentang Tuberkulosis)

Nabire, Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) tidak hanya bergantung pada pengobatan pasien, tetapi juga kemampuan tenaga kesehatan mengenali gejala sejak awal dan mencegah penularan di lingkungan sekitar. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Kuliah Pakar yang digelar Program Studi D-III Keperawatan Nabire, Poltekkes Kemenkes Jayapura, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Prodi D-III Keperawatan Nabire itu mengangkat tema “Peran Perawat Vokasi dalam Penemuan Dini, Perawatan, dan Pencegahan Penularan Tuberkulosis.” Seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kompetensi sebelum nantinya terjun memberikan pelayanan kesehatan.

Materi disampaikan Sulistiyana, S.Kep.,Ns.,M.K.M., yang merupakan Pengelola Program Tuberkulosis pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa perawat memiliki posisi penting dalam rantai pengendalian TBC. Peran itu mencakup mengenali tanda dan gejala yang perlu dicurigai, memberikan pendampingan kepada pasien, menyampaikan edukasi kesehatan, hingga membantu memastikan pasien menjalani pengobatan sesuai ketentuan.

Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan ruang untuk mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang berpotensi muncul ketika menangani pasien TBC di fasilitas pelayanan kesehatan maupun saat melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Penguatan kapasitas calon perawat dinilai penting karena pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan yang mampu bekerja tidak hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan.

Bagi masyarakat Nabire dan Papua Tengah, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih efektif, terutama dalam menemukan kasus secara lebih dini dan meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan penularan.

Melalui kuliah pakar tersebut, mahasiswa D-III Keperawatan Nabire diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk menjalankan tugas keperawatan sekaligus mengambil bagian dalam upaya pengendalian tuberkulosis di tengah masyarakat.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.