INFO NABIRE
Home » Blog » Cegah TB Paru, Poltekkes Kemenkes Jayapura Edukasi Ibu Hamil dan Menyusui di Puskesmas Kartum Nabire

Cegah TB Paru, Poltekkes Kemenkes Jayapura Edukasi Ibu Hamil dan Menyusui di Puskesmas Kartum Nabire

Nabire, Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Tuberkulosis (TB) Paru terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukasi. Salah satunya dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi D3 Kebidanan Nabire di Puskesmas Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire.

Kegiatan tersebut secara khusus menyasar ibu hamil dan ibu menyusui. Edukasi diberikan melalui media video dengan mengangkat tema “Efektivitas Video Penyuluhan terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dan Menyusui tentang TB Paru di Puskesmas Karang Tumaritis.”

Pemanfaatan video dipilih sebagai sarana penyampaian informasi kesehatan yang dinilai lebih komunikatif. Materi disajikan melalui perpaduan gambar, tulisan, ilustrasi, dan narasi sehingga peserta lebih mudah memahami informasi mengenai TB Paru.

Ketua Tim Pengabmas, Anisa Nanang Sulistiyowati, S.SiT., Bd., M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu hamil dan ibu menyusui tidak hanya memperoleh informasi mengenai TB Paru, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anisa.

Menurutnya, video penyuluhan juga diharapkan dapat menjadi media edukasi yang bisa digunakan kembali oleh Puskesmas dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan.

Tekankan Pencegahan dan Deteksi Dini

TB Paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya dapat terjadi melalui udara, terutama ketika seseorang yang menderita TB Paru mengeluarkan percikan saat batuk, bersin, atau berbicara.

Karena itu, pemahaman mengenai gejala dan mekanisme penularan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pengertian TB Paru, penyebab, cara penularan, tanda dan gejala, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan.

Peserta juga diberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB serta perlunya menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pemilihan ibu hamil dan menyusui sebagai sasaran edukasi bukan tanpa alasan. Ibu memiliki posisi penting dalam menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus kesehatan bayi dan anggota keluarga lainnya.

Dengan meningkatnya pengetahuan ibu, informasi mengenai pencegahan TB diharapkan dapat diteruskan kepada suami dan anggota keluarga sehingga upaya pencegahan tidak berhenti pada peserta kegiatan.

Diawali Pre-test dan Diakhiri Post-test

Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui beberapa tahapan. Peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai TB Paru.

Setelah itu, tim memberikan penyuluhan menggunakan video yang telah disiapkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penguatan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab.

Pada akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test untuk melihat perubahan pengetahuan setelah mendapatkan edukasi.

Sejumlah hal menjadi bahan diskusi, antara lain mengenai bagaimana TB menular, gejala yang perlu diwaspadai, cara mengurangi risiko penularan di lingkungan rumah, pentingnya pemeriksaan, serta langkah yang harus dilakukan apabila terdapat anggota keluarga dengan gejala TB.

Anggota Tim Pengabmas, Bdn. Umratun Hayati, S.ST., M.Kes, mengatakan peningkatan pengetahuan ibu dapat memberikan efek lebih luas terhadap kesehatan keluarga.

“Ibu memiliki peran penting dalam kesehatan keluarga. Ketika ibu memahami bagaimana TB menular, apa saja gejalanya, dan bagaimana cara mencegahnya, informasi tersebut dapat diteruskan kepada suami dan anggota keluarga lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Oktofina Rumaropen, S.Keb, turut terlibat dalam pelaksanaan edukasi dan interaksi dengan para peserta selama kegiatan berlangsung.

Video Bisa Dimanfaatkan Puskesmas

Selain memberikan edukasi secara langsung, kegiatan tersebut menghasilkan video penyuluhan yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan secara berkelanjutan.

Puskesmas Karang Tumaritis dapat menggunakan materi tersebut dalam berbagai kegiatan, seperti kelas ibu hamil, kelas ibu menyusui, Posyandu, kegiatan promosi kesehatan, maupun sebagai materi edukasi di ruang tunggu pelayanan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabmas ini, Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi D3 Kebidanan Nabire berupaya mengimplementasikan ilmu yang dikembangkan di lingkungan akademik agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tim berharap edukasi mengenai TB Paru dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan masyarakat semakin meningkat dan langkah pencegahan maupun deteksi dini dapat dilakukan dengan lebih baik.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat:

– Ketua: Anisa Nanang Sulistiyowati, S.SiT., Bd., M.Kes
– Anggota: Bdn. Umratun Hayati, S.ST., M.Kes
– Anggota: Oktofina Rumaropen, S.Keb
– Institusi: Poltekkes Kemenkes Jayapura – Program Studi D3 Kebidanan Nabire
– Mitra: Puskesmas Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire, Papua Tengah

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.