INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pemkab Deiyai Gelar Ibadah Oikumene, Aparatur Diajak Jadi Pembawa Damai

Pemkab Deiyai Gelar Ibadah Oikumene, Aparatur Diajak Jadi Pembawa Damai

(Pemkab Deiyai Gelar Ibadah Oikumene, Aparatur Diajak Jadi Pembawa Damai)
(Pemkab Deiyai Gelar Ibadah Oikumene, Aparatur Diajak Jadi Pembawa Damai)

Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai kembali menggelar Ibadah Gabungan Oikumene sebagai bagian dari pembinaan kerohanian bagi aparatur pemerintah daerah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tuyana, Waghete, Rabu (26/8/2026), mengangkat pesan tentang pentingnya menghadirkan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalankan tugas pemerintahan.

Ibadah rutin tersebut diikuti Asisten I dan Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Pelaksanaan ibadah bulan ini dipercayakan kepada Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua. Pdt. Yulianus Madai, S.Th., M.Pd., menjadi pengkhotbah dalam kegiatan tersebut.

Tema yang diangkat ialah “Menjadi Pembawa Damai”, dengan landasan firman Tuhan dari Matius 5:9: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Pesan tersebut menekankan bahwa perdamaian bukan hanya menjadi nilai dalam kehidupan rohani, tetapi juga perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Aparatur pemerintah didorong untuk membangun komunikasi yang baik, menghargai perbedaan, menghindari konflik, serta menunjukkan kepedulian ketika menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam konteks pemerintahan, semangat membawa damai dinilai memiliki arti penting. Aparatur yang mampu membangun hubungan harmonis di lingkungan kerja diharapkan dapat menciptakan suasana pelayanan yang lebih baik dan kondusif.

Ibadah Oikumene juga menjadi ruang perjumpaan bagi aparatur dari berbagai latar belakang denominasi gereja. Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kerohanian, tetapi sekaligus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara jajaran Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 26 setiap bulan. Pola tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara pembinaan kehidupan rohani dan pelaksanaan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Deiyai diharapkan tidak hanya membawa pesan perdamaian dalam lingkungan internal pemerintahan, tetapi juga menerapkannya ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Semangat “Menjadi Pembawa Damai” selanjutnya diharapkan menjadi bagian dari sikap aparatur dalam menjalankan tugas, sehingga pelayanan publik dapat dilakukan dengan mengedepankan persatuan, penghormatan terhadap sesama, kasih, dan kepedulian terhadap masyarakat Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.