INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Bupati Rettob Ingatkan Warga Hemat Air dan Waspadai Kebakaran

Bupati Rettob Ingatkan Warga Hemat Air dan Waspadai Kebakaran

Mimika, Bupati Mimika Johannes Rettob meminta masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca panas dan kekeringan yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Rettob menyampaikan imbauan tersebut saat memimpin apel pagi di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3, Senin, (24/8/2026).

Dalam amanatnya, Rettob meminta masyarakat memperhatikan tiga hal, yakni menjaga ketersediaan air, mencegah kebakaran, serta memastikan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Beberapa titik di Mimika mulai mengalami kekeringan dan berkurangnya sumber air. Karena itu, mari kita hemat dan jaga penggunaan air, tidak membakar sampah sembarangan, serta menunda pembakaran dalam membuka lahan,” kata Rettob.

Menurut dia, kondisi cuaca panas dan kering membutuhkan kepedulian bersama. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, kata Rettob, perlu dihindari agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kita tidak boleh menambah persoalan di tengah kondisi yang membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian bersama,” ujarnya.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Pemerintah Distrik Mimika Baru melarang pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Larangan itu dikeluarkan pada Minggu 23 Agustus 2026, setelah terjadi kebakaran di dua lokasi.

Salah satu kebakaran terjadi di depan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Api sempat mengancam fasilitas di sekitar lokasi sebelum ditangani petugas Distrik Mimika Baru bersama Pasukan Hijau.

Upaya pencegahan kebakaran juga diperkuat Pemerintah Kabupaten Mimika. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika menggelar Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga yang diikuti 180 peserta.

Pemerintah menilai kebakaran menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi, terutama di kawasan permukiman. Edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko.

Kekeringan dan Pengaruh El Nino

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam prakiraan cuaca periode 21–27 Agustus 2026, BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia seiring dengan menguatnya pengaruh El Nino.

Berdasarkan analisis BMKG, sebanyak 535 Zona Musim atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk berkurangnya ketersediaan air serta meningkatnya risiko kebakaran.

Rettob meminta masyarakat ikut menjaga kondisi lingkungan dengan menggunakan air secara bijak dan menghindari kegiatan yang dapat memicu kebakaran.

“Jaga air dan jangan melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.