Sidang ABH di PN Nabire Sempat Memanas Lantaran Ibu Korban Tak Diizinkan Masuk
Nabire, Suasana di Pengadilan Negeri (PN) Nabire sempat memanas ketika persidangan perkara pembunuhan yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) berlangsung. Ketegangan dipicu oleh ibu korban, Maria Tasik, yang tidak diperbolehkan mengikuti persidangan dari dalam ruang sidang.
Kekecewaan tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan di area pengadilan. Sejumlah orang yang berada di lokasi dilaporkan melempar botol dan batu sehingga situasi sempat tidak terkendali. Aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.
Di tengah situasi yang memanas, Maria Tasik berusaha menenangkan massa. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan diusir dari lingkungan pengadilan, melainkan tidak mendapatkan izin untuk masuk ke ruang persidangan.
“Saya memang tidak diusir, tetapi saya tidak diperbolehkan masuk,” ujar Maria kepada massa.
Maria juga mengaku memahami adanya ketentuan khusus dalam persidangan yang melibatkan anak. Menurutnya, terdapat aturan mengenai pihak-pihak yang dapat mengikuti jalannya persidangan.
Meski demikian, ia menyebut keputusan mengenai siapa yang diperbolehkan masuk ke ruang sidang berada pada kewenangan majelis hakim.
“Memang dalam peraturan tidak boleh. Tetapi saya sudah baca keputusan kembali, kepala majelis memperbolehkan atau tidak untuk masuk,” katanya.
Keputusan tersebut kemudian menimbulkan kekecewaan dari sejumlah massa yang berada di sekitar PN Nabire. Ketegangan meningkat hingga terjadi pelemparan botol dan batu di lingkungan pengadilan.
Kericuhan membuat kondisi di sekitar gedung pengadilan untuk sementara tidak kondusif. Aparat keamanan langsung melakukan langkah pengamanan guna mengendalikan situasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.
Persidangan Anak Memiliki Ketentuan Khusus
Perkara yang melibatkan anak sebagai pihak yang berhadapan dengan hukum memiliki mekanisme persidangan tersendiri. Pembatasan akses terhadap ruang sidang antara lain berkaitan dengan perlindungan terhadap kepentingan dan hak anak selama proses hukum berlangsung.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat maupun keluarga korban diharapkan tetap menghormati proses hukum dan keputusan majelis hakim agar persidangan dapat berjalan tanpa gangguan.
Hingga berita ini diterbitkan, pengamanan masih dilakukan di sekitar PN Nabire. Perkembangan mengenai jalannya persidangan serta situasi keamanan di lokasi masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar