Bupati Nabire Apresiasi Tiga Kampung 3T atas Pengelolaan Dana Kampung
Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire memberikan penghargaan kepada tiga kampung di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang dinilai mampu mengelola dana kampung secara baik. Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Nabire, Mesak Magai, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/08).
Tiga kampung yang mendapat perhatian pemerintah daerah tersebut adalah Kampung Parauto, Kampung Epomani, dan Kampung Bomopai. Ketiganya dinilai menunjukkan tata kelola dana kampung yang cukup baik berdasarkan informasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta pendamping desa.
Mesak mengatakan, pemerintah daerah tidak secara khusus membentuk tim baru untuk mencari kampung dengan pengelolaan dana terbaik. Penilaian terhadap ketiga kampung itu muncul berdasarkan laporan yang diterima dari pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam pengawasan dan pendampingan pemerintahan kampung.
“Bukan kami tidak pernah membentuk tim untuk menilai pengelolaan dana desa terbaik. Kampung Parauto, Epomani, dan Bomopai ini kami mendapat laporan dari dua sumber,” ujar Mesak.
Menurutnya, pengelolaan anggaran kampung menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pembangunan di tingkat paling bawah. Karena itu, kepala kampung diharapkan mampu memastikan setiap anggaran digunakan berdasarkan perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
Selain tata kelola dana kampung, Pemkab Nabire juga melakukan evaluasi terhadap kebersihan lingkungan. Penilaian tersebut mencakup sejumlah kelurahan dan kampung, termasuk kawasan perkotaan di bagian timur dan barat Nabire.
Perhatian pemerintah juga diarahkan ke wilayah 3T, terutama kawasan pesisir yang membentang dari Teluk Umar hingga Wapoga. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penilaian pembangunan tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan.
Mesak menyebut, sistem penghargaan akan dikembangkan dengan indikator yang lebih luas. Ke depan, pemerintah daerah berencana memasukkan aspek kesehatan masyarakat sebagai bagian dari penilaian kampung.
“Ke depan kami akan nilai juga untuk bidang lain, apakah itu masalah stunting tingkat kampung atau gizi buruk,” katanya.
Ia juga meminta seluruh kepala kampung meningkatkan kedisiplinan dalam mengelola anggaran. Setiap penggunaan dana harus memiliki perencanaan yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan evaluasi yang semakin luas, Pemkab Nabire berharap pengelolaan pemerintahan kampung menjadi lebih transparan, terarah, dan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah, termasuk kawasan 3T.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar