INFO NABIRE
Home » Blog » Bulog Nabire Tingkatkan Distribusi Beras SPHP, Capai 70 Ton per Minggu

Bulog Nabire Tingkatkan Distribusi Beras SPHP, Capai 70 Ton per Minggu

(Bulog Nabire Tingkatkan Distribusi Beras SPHP, Capai 70 Ton per Minggu)
(Bulog Nabire Tingkatkan Distribusi Beras SPHP, Capai 70 Ton per Minggu)

Nabire, Upaya menjaga keterjangkauan harga pangan di Kabupaten Nabire terus diperkuat. Perum Bulog Cabang Nabire meningkatkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekaligus memperluas jaringan mitra penyalur kepada masyarakat.

Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan, Rabu (12/8/2026). Dalam kegiatan itu, Bulog Nabire menyediakan 3,5 ton beras SPHP dan 2 ton beras premium untuk masyarakat.

Asisten Manajer Pemasaran Bulog Nabire, Muhammad Rahadiyan Razak, mengatakan penyaluran SPHP di Nabire menunjukkan peningkatan cukup signifikan sepanjang 2026.

Berdasarkan data Bulog, sejak Maret hingga 11 Agustus 2026, distribusi beras SPHP telah mencapai sekitar 826 ton. Penyaluran dilakukan melalui jaringan mitra Bulog serta distribusi langsung kepada masyarakat.

Peningkatan distribusi semakin terlihat memasuki Agustus. Jika sebelumnya rata-rata penyaluran berada pada kisaran 30–40 ton setiap pekan, kini volumenya telah mencapai sekitar 60–70 ton per minggu.

Menurut Rahadiyan, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah mitra penyalur. Saat ini Bulog Nabire memiliki sekitar 48 mitra SPHP, naik dari sebelumnya yang hanya berjumlah 26 mitra.

Jaringan tersebut tidak hanya terkonsentrasi di Pasar Kalibobo. Sejumlah mitra juga berada di pasar lainnya, kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat, Kios Pangan, serta beberapa toko besar di wilayah perkotaan Nabire.

Harga SPHP Wajib Sesuai HET

Bulog mengingatkan masyarakat agar memperhatikan harga ketika membeli beras SPHP. Mitra resmi diwajibkan menjual beras tersebut sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni maksimal Rp67.500 per sak atau Rp13.500 per kilogram.

Rahadiyan menjelaskan, masyarakat dapat mengenali mitra resmi melalui penanda atau spanduk SPHP yang biasanya dipasang di depan tempat penjualan.

“Kalau masyarakat mendapat harga lebih dari itu, berarti itu bukan mitra resmi Bulog,” jelasnya.

(Asisten Manajer Pemasaran Bulog Nabire, Muhammad Rahadiyan Razak)
(Asisten Manajer Pemasaran Bulog Nabire, Muhammad Rahadiyan Razak)

Bulog juga meminta masyarakat ikut mengawasi distribusi beras SPHP. Jika menemukan penjualan dengan harga melebihi ketentuan, masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada Bulog untuk ditindaklanjuti melalui pengecekan di lapangan.

Selain persoalan harga, mitra SPHP juga memiliki aturan mengenai jalur distribusi. Beras yang diterima dari Bulog tidak boleh dijual kembali kepada pedagang beras lainnya.

Rahadiyan mengatakan setiap mitra telah terikat dengan Bulog melalui surat pernyataan yang memuat ketentuan penyaluran.

“Kalau umpamanya dia mitra, itu terikat dengan Bulog. Ada surat pernyataan yang mereka tandatangani,” ujarnya.

Distribusi Diperluas

Penambahan mitra dan peningkatan volume penyaluran diharapkan membuat akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah. Distribusi yang lebih luas juga menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga pangan sekaligus membantu pemerintah daerah mengendalikan inflasi.

Dengan penyaluran yang kini mencapai 60–70 ton per minggu, Bulog Nabire berharap kebutuhan masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau dapat semakin terpenuhi.

Masyarakat yang ingin membeli beras SPHP disarankan memilih mitra resmi dan memastikan harga yang dibayarkan tidak melampaui HET. Pengawasan bersama antara pemerintah, Bulog, mitra, dan masyarakat dinilai penting agar program stabilisasi pangan benar-benar sampai kepada konsumen.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.