INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » 38 Penyuluh Pertanian Papua Tengah Resmi Disumpah, Siap Kawal Program Pertanian Nasional

38 Penyuluh Pertanian Papua Tengah Resmi Disumpah, Siap Kawal Program Pertanian Nasional

(38 Penyuluh Pertanian Papua Tengah Resmi Disumpah, Siap Kawal Program Pertanian Nasional)
(38 Penyuluh Pertanian Papua Tengah Resmi Disumpah, Siap Kawal Program Pertanian Nasional)

Nabire, Sebanyak 38 penyuluh pertanian asal Provinsi Papua Tengah resmi mengikuti prosesi pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus pelantikan jabatan fungsional yang diselenggarakan Kementerian Pertanian pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di sektor pertanian.

Pelaksanaan sumpah dan pelantikan berlangsung di Aula Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah serta terhubung secara daring melalui Zoom bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan administrasi kepegawaian, tetapi juga menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi para aparatur sipil negara yang akan terjun langsung mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Papua Tengah.

Prosesi diawali dengan pembukaan acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan janji PNS. Dalam ikrar tersebut, seluruh peserta menyatakan kesediaannya menjalankan tugas secara profesional, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam setiap pelaksanaan tugas.

Setelah pengucapan sumpah, para peserta menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk bekerja secara jujur, bertanggung jawab, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan. Penandatanganan ini juga menjadi simbol kesiapan para penyuluh dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara yang melayani masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menegaskan bahwa pelantikan jabatan fungsional bukan sekadar seremoni administratif. Menurutnya, setiap aparatur yang dilantik harus memandang sumpah jabatan sebagai janji moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara.

Ia menekankan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional. Karena itu, peningkatan disiplin, integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan menjadi aspek yang harus terus dijaga dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Selain itu, para penyuluh diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia pertanian yang unggul, khususnya di wilayah Papua Tengah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pangan.

Salah satu fokus utama yang disampaikan Kementerian Pertanian adalah pentingnya pendampingan secara intensif terhadap program Brigade Pangan. Program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai kebijakan pertanian hingga ke tingkat lapangan.

Penyuluh juga diminta aktif mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), peningkatan efisiensi usaha tani, serta optimalisasi pengelolaan lahan agar hasil produksi semakin meningkat.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berharap penyuluh mampu mengembangkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan penyuluhan. Penguasaan teknologi informasi dinilai penting untuk mempercepat penyebaran informasi kepada petani, meningkatkan kualitas pendampingan, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam arahannya, Kementerian Pertanian juga mendorong lahirnya lebih banyak petani milenial yang mampu mengembangkan pertanian modern. Para penyuluh diminta menjadi pendamping sekaligus motivator bagi generasi muda agar tertarik mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan berdaya saing.

Penggunaan varietas tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, termasuk varietas tahan kekeringan, turut menjadi perhatian. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan cuaca yang semakin dinamis.

Di sisi lain, Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) serta Optimasi Lahan menjadi program prioritas yang harus terus didukung. Kehadiran penyuluh diharapkan mampu mempercepat perluasan areal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, penyuluh pertanian juga diminta membangun koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, aparat wilayah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Dalam kegiatan ini, Papua Tengah mengirimkan 38 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten. Delapan orang berasal dari unsur koordinator kabupaten, tujuh peserta dari Kabupaten Nabire, enam orang dari Kabupaten Mimika, enam orang dari Kabupaten Dogiyai, dua orang dari Kabupaten Deiyai, tiga orang dari Kabupaten Paniai, serta enam orang dari Kabupaten Puncak.

Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas penyuluh pertanian secara merata di seluruh wilayah Papua Tengah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh aparatur yang telah dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Melalui pelantikan ini, diharapkan para penyuluh pertanian semakin siap memberikan pendampingan kepada petani, mempercepat penerapan inovasi pertanian, serta berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di Papua Tengah.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.