News & Info
Home » Blog » Bupati Deiyai Pastikan Honor Nakes Dibayar, RSUD Tak Boleh Lagi Dipalang

Bupati Deiyai Pastikan Honor Nakes Dibayar, RSUD Tak Boleh Lagi Dipalang

(Bupati Deiyai Pastikan Honor Nakes Dibayar, RSUD Tak Boleh Lagi Dipalang)
(Bupati Deiyai Pastikan Honor Nakes Dibayar, RSUD Tak Boleh Lagi Dipalang)

Deiyai, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menegaskan bahwa tidak boleh lagi terjadi aksi palang-memalang di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deiyai. Langkah tersebut diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan dan seluruh pasien memperoleh layanan secara maksimal.

Penegasan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih profesional, khususnya di sektor kesehatan. Menurut Bupati, rumah sakit merupakan fasilitas vital yang harus terbebas dari segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Melkianus Mote menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi aksi pemalangan di lingkungan RSUD. Ia bahkan mengingatkan akan memberikan sanksi kepada tenaga kesehatan maupun tenaga kontrak yang terbukti terlibat dalam aksi tersebut.

“Di RSUD Deiyai tidak ada lagi aksi palang-memalang. Jika masih ada yang melakukan pemalangan, saya akan merumahkan tenaga kesehatan maupun tenaga kontrak yang terlibat,” tegas Melkianus Mote.

Pemerintah Pastikan Hak Tenaga Kesehatan Diselesaikan

Selain menyoroti larangan aksi pemalangan, Bupati juga memberikan kepastian terkait pembayaran hak tenaga kesehatan dan tenaga kontrak yang selama ini menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Deiyai berkomitmen menyelesaikan pembayaran insentif maupun honor sesuai tingkat kehadiran masing-masing pegawai.

Ia menjelaskan bahwa honor yang belum dibayarkan selama tujuh bulan akan segera diproses setelah pembahasan perubahan anggaran daerah selesai dilaksanakan. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi persoalan administratif yang menghambat kesejahteraan para tenaga kesehatan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Deiyai.

Penempatan Tenaga Kesehatan Disesuaikan Domisili

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengungkapkan rencana evaluasi terhadap penempatan tenaga kesehatan. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar lokasi penugasan disesuaikan dengan domisili atau tempat tinggal masing-masing pegawai.

Menurutnya, penempatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal diyakini dapat meningkatkan kedisiplinan, mengurangi kendala transportasi, serta mempercepat respons pelayanan kepada masyarakat.

Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan efisien di lingkungan RSUD Deiyai.

Honorer Tetap Terima Hak Selama Memenuhi Ketentuan

Pemerintah Kabupaten Deiyai juga memberikan perhatian kepada tenaga honorer yang namanya belum tercantum dalam daftar absensi. Selama masih memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai tenaga honorer dan sebelumnya telah menerima honor secara rutin, hak mereka tetap akan dibayarkan.

Meski demikian, Bupati mengingatkan seluruh tenaga honorer agar tetap aktif menjalankan tugas dan hadir di tempat kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Disiplin kerja dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam pemberian hak pegawai.

Utamakan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

Melkianus Mote menilai kualitas pelayanan jauh lebih penting dibandingkan jumlah tenaga kesehatan yang bertugas. Ia berharap seluruh pegawai mampu menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.

“Lebih baik sedikit orang tetapi pelayanannya bagus daripada banyak tenaga kesehatan namun pelayanannya tidak maksimal,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh tenaga kesehatan, tenaga kontrak, serta jajaran RSUD Deiyai untuk menjaga kekompakan, meningkatkan disiplin, dan mengedepankan pelayanan yang humanis kepada setiap pasien.

Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di lingkungan rumah sakit. Dengan pelayanan yang berjalan lancar tanpa aksi pemalangan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas sebagai bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan layanan publik di Kabupaten Deiyai.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.