Buka Lomba VG Akustik, Pemkab Deiyai Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Tradisional di Tengah Perkembangan AI
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai mengajak generasi muda untuk tetap menjaga dan mengembangkan seni tradisional sebagai identitas budaya daerah di tengah pesatnya kemajuan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan Lomba Vokal Grup Akustik yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Waghete, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT RI itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni musik lokal sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta baru di Kabupaten Deiyai.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Daniel Bunai, S.E., S.T., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda melupakan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, seni musik tradisional telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Deiyai sejak dahulu. Karena itu, ia berharap anak-anak muda tetap belajar dari para pelaku seni senior agar kekayaan budaya daerah terus hidup dan berkembang.
“Dulu seni dan musik merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Deiyai. Di tengah perkembangan AI saat ini, saya berharap generasi muda terus belajar dari para seniman senior, seperti Bapak Herman Youw dan Bapak Thomas Mutaweyau,” ujar Daniel Bunai.
AI Harus Menjadi Pendukung, Bukan Pengganti Budaya
Dalam sambutannya, Daniel mengingatkan bahwa teknologi, termasuk AI, seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas manusia, bukan menggantikan nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat.
Ia menilai seni tradisional memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Oleh sebab itu, pelestarian seni lokal perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penerus budaya daerah.

“Perkembangan AI jangan sampai mematikan seni tradisional yang kita miliki. Kreativitas dan seni lokal harus terus dijaga, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.
Daniel juga mengajak seluruh peserta lomba untuk terus mengasah kemampuan bermusik dan bernyanyi sehingga mampu bersaing dalam berbagai festival seni, baik di tingkat Kabupaten Deiyai maupun Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, tujuan utama perlombaan bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan mempererat persaudaraan sekaligus membangun ekosistem seni yang semakin berkembang di daerah.
“Melalui lomba ini, kita bukan hanya bernyanyi dan mencari juara, tetapi juga dipersatukan dalam kebersamaan. Kita memupuk seni musik dan suara agar ke depan dapat berkembang lebih baik,” katanya.
Jadi Wadah Pembinaan Seniman Muda
Daniel turut berharap para seniman senior di Deiyai terus memberikan pendampingan kepada generasi muda melalui pembinaan, pelatihan, maupun berbagi pengalaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi pelaku seni tetap berjalan sehingga budaya lokal tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Sementara itu, Koordinator Lomba Vokal Grup Akustik, Andi Mote, menjelaskan bahwa seluruh kelompok peserta telah mengikuti technical meeting sebagai bagian dari persiapan sebelum perlombaan dimulai.

Ia mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mendata sekaligus mengembangkan komunitas musik akustik dan kelompok vokal yang ada di Kabupaten Deiyai.
“Semua yang hadir di tempat ini harus memiliki jiwa seni. Dalam jiwa seni terdapat hati yang gembira. Karena itu, baik peserta maupun penonton diharapkan mengikuti kegiatan ini dengan penuh sukacita,” ujar Andi.
Momentum Memperkuat Budaya Lokal
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, lomba ini juga dipandang sebagai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam menjaga eksistensi musik tradisional di tengah derasnya arus modernisasi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deiyai, para kepala distrik, perwakilan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT) Pokja Agama, dewan juri, peserta lomba, serta masyarakat.

Keikutsertaan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjadikan seni sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter generasi muda sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Diharapkan Berlangsung Berkelanjutan
Andi Mote menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai yang telah memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas mereka. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga semakin banyak musisi dan kelompok seni lokal yang mendapatkan kesempatan berkembang.
Melalui penyelenggaraan Lomba Vokal Grup Akustik dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Deiyai diharapkan terus memperluas dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya lokal. Dengan demikian, lahir generasi seniman muda yang kreatif, berkarakter, mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Deiyai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar