Ketua IKT Nabire Minta Pelaku Pembunuhan Pelajar CKC Dihukum Seberat-beratnya
Nabire, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga pelajar berinisial CKC yang menjadi korban dalam kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kasus tersebut merupakan tindak pidana yang sangat serius sehingga aparat penegak hukum perlu mengusutnya hingga tuntas tanpa pandang bulu.
Yulianus mengatakan, peristiwa tersebut telah melukai rasa kemanusiaan masyarakat. Karena itu, ia berharap seluruh tahapan penyidikan dilakukan secara profesional agar keluarga korban memperoleh keadilan.
“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Kami percaya Indonesia adalah negara hukum, sehingga proses hukum harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Yulianus saat ditemui awak media di Mapolres Nabire, Jumat (31/07).
Dalam keterangannya, Yulianus menilai tindakan yang dilakukan terhadap korban tidak dapat ditoleransi karena diduga melibatkan lebih dari satu tindak pidana.
Ia meminta aparat penegak hukum mempertimbangkan seluruh unsur pidana yang ditemukan dalam penyidikan sehingga hukuman yang dijatuhkan nantinya benar-benar mencerminkan rasa keadilan.
Menurutnya, tindakan yang diduga dilakukan terhadap korban menunjukkan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan. Oleh sebab itu, ia berharap proses hukum dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pengungkapan pelaku utama saja apabila nantinya ditemukan keterlibatan pihak lain.
“Kalau memang ada pihak lain yang ikut terlibat, saya berharap semuanya dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada yang lolos dari pertanggungjawaban,” ujar Yulianus yang menjabat sebagai Sekda Nabire.
Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi
Selain meminta penegakan hukum yang tegas, Ketua IKT Nabire juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu maupun provokasi yang berpotensi mengganggu situasi keamanan di Kabupaten Nabire.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara kepada aparat kepolisian sembari tetap mengawal proses hukum secara damai.
Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah menjadi tanggung jawab bersama agar peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Jangan sampai ada provokasi yang memperkeruh keadaan. Kita ingin Nabire tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan masyarakatnya saling menghargai serta mengasihi satu sama lain,” ujarnya.
Berharap Penyidikan Mengungkap Seluruh Fakta
Yulianus mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat langsung kondisi terduga pelaku dan meminta agar memberikan keterangan secara jujur kepada penyidik mengenai seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Ia mengaku memiliki dugaan bahwa kemungkinan terdapat pihak lain yang mengetahui ataupun memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik untuk membuktikannya berdasarkan alat bukti yang sah.
Sebagai keluarga korban sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Toraja Kabupaten Nabire, Yulianus berharap penyidikan dilakukan secara menyeluruh sehingga seluruh fakta dapat terungkap di hadapan hukum.
Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Sementara itu, Polres Nabire sebelumnya telah memastikan bahwa terduga pelaku berinisial AWS berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Berdasarkan keterangan Wakapolres Nabire, Kompol Piter Kendek, penyidik menduga perkara tersebut mengandung unsur pembunuhan berencana. Dugaan itu diperkuat oleh hasil penyelidikan sementara, termasuk rekaman CCTV yang membantu mengungkap pergerakan pelaku bersama korban sebelum kejadian.
Polisi juga menyampaikan bahwa penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti sekaligus mendalami motif dalam perkara tersebut. Aparat memastikan proses hukum dilakukan secara profesional dan terbuka sesuai ketentuan perundang-undangan.
Masyarakat Diminta Mengawal Secara Damai
Kasus meninggalnya pelajar CKC telah menjadi perhatian luas masyarakat Nabire. Berbagai pihak berharap proses hukum dapat berjalan transparan sehingga memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus menghadirkan rasa keadilan.
Yulianus kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya proses hukum dengan cara yang bijaksana dan tetap menjaga persatuan.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting agar tindak kekerasan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar