(Resmi Terima SK, 53 Guru Kontrak Diminta Buktikan Dedikasi di Sekolah Deiyai)
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan melalui dukungan terhadap penempatan tenaga pendidik baru. Sebanyak 53 guru kontrak yang direkrut oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menerima Surat Keputusan (SK) penugasan secara simbolis dalam sebuah seremoni yang digelar seusai apel gabungan ASN, CPNS, THK-II, dan PPPK di Halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (27/7/2026).
Para guru tersebut akan menjalankan tugas di lima distrik yang tersebar di Kabupaten Deiyai untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Marselus Bobii, S.Pd., M.Pd., Gr. Momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Melkianus Mote mengucapkan selamat kepada seluruh guru yang telah dipercaya menjadi bagian dari upaya peningkatan pendidikan di Kabupaten Deiyai. Ia menilai profesi guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Papua.
“Selamat dan sukses kepada seluruh guru kontrak. Saya harap kalian mengajar adik-adik kita dengan baik. Tunjukkan bahwa Deiyai adalah negerinya para intelektual. Anak-anak kita harus sehat dan harus pintar,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan. Karena itu, kehadiran para guru kontrak diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik.
Selain menyampaikan apresiasi, Melkianus juga memberikan penekanan mengenai pentingnya disiplin selama menjalankan tugas. Menurutnya, status sebagai guru kontrak yang direkrut Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi tanggung jawab di sekolah.
Ia memastikan pemerintah daerah akan tetap memantau kehadiran dan kinerja para guru selama bertugas di Deiyai.
“Jangan berpikir karena dikontrak oleh Provinsi lalu menjadi malas ke sekolah untuk mengajar. Saya akan tetap mengawasi dan melaporkan perkembangan kinerja kepada Pemerintah Provinsi. Tunjukkan yang terbaik agar menjadi nilai positif sehingga kontrak kalian dapat dipertimbangkan untuk diperpanjang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa evaluasi terhadap tenaga pendidik tidak hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi, tetapi juga mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten sebagai pihak yang menerima penempatan guru di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Marselus Bobii, S.Pd., M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa seluruh proses penerbitan SK beserta penempatan 53 guru kontrak merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Meski demikian, ia berharap mekanisme tersebut dapat disempurnakan pada masa mendatang dengan melibatkan pemerintah kabupaten dalam menentukan lokasi penugasan guru.
“SK memang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi dan penempatannya juga ditentukan oleh Provinsi. Harapan kami ke depan, Provinsi cukup menerbitkan SK, sedangkan penempatan guru diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan,” jelas Marselus.
Menurutnya, pemerintah kabupaten lebih memahami kondisi riil di lapangan, termasuk sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Dengan pelibatan pemerintah daerah, distribusi guru dinilai akan lebih merata sehingga setiap sekolah memperoleh tenaga pendidik sesuai kebutuhan.
Penempatan puluhan guru kontrak ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan pemerataan pendidikan di Kabupaten Deiyai, terutama bagi sekolah-sekolah yang selama ini masih membutuhkan tambahan tenaga pengajar.
Secara nasional, penempatan guru kontrak menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di berbagai daerah, khususnya wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Kehadiran guru baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memperluas kesempatan anak-anak memperoleh pendidikan yang layak.
Pemerintah Kabupaten Deiyai menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas para guru kontrak. Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan kerja sama lintas pemerintahan, diharapkan kualitas pendidikan di Deiyai semakin meningkat serta mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah.
Tinggalkan Komentar