INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Viral Dugaan Polisi Bayar Pemuda untuk Palang Jalan, Polres Dogiyai Beri Klarifikasi

Viral Dugaan Polisi Bayar Pemuda untuk Palang Jalan, Polres Dogiyai Beri Klarifikasi

(Kapolres Dogiyai, AKBP Dennis Arya Putra)
(Kapolres Dogiyai, AKBP Dennis Arya Putra)

Dogiyai, Beredarnya narasi yang menuding anggota Polres Dogiyai memberikan uang kepada sejumlah pemuda di Kampung Ugapuga, Distrik Kamuu Timur, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, untuk melakukan aksi pemalangan jalan mendapat bantahan resmi dari kepolisian. Melalui materi klarifikasi yang dipublikasikan Humas Polres Dogiyai, institusi tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar belum terbukti kebenarannya dan tidak didukung laporan maupun bukti resmi.

Klarifikasi ini muncul setelah beredar narasi yang menyebut adanya dugaan aparat menawarkan uang kepada warga agar melakukan pemalangan terhadap kendaraan yang melintas di jalur Trans Dogiyai.

Kronologi Dugaan yang Beredar

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.15 WIT, sejumlah anggota polisi menggunakan kendaraan dinas berupa truk dan mobil patroli diduga mendatangi Kampung Ugapuga.

Narasi tersebut menuduh aparat menawarkan uang kepada beberapa pemuda agar melakukan pemalangan jalan terhadap kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk yang melintasi jalur utama Dogiyai menuju Deiyai dan Paniai.

Dalam cerita yang beredar, seorang warga berinisial Y.A. mengaku menyaksikan langsung dugaan tersebut dan mengajak para pemuda menolak tawaran itu karena dianggap dapat merugikan masyarakat serta mengganggu keamanan.

Narasi tersebut kemudian berkembang di media sosial dan aplikasi perpesanan sehingga memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Klarifikasi Resmi Polres Dogiyai

Menanggapi tuduhan tersebut, Kapolres Dogiyai, AKBP Dennis Arya Putra, menyampaikan klarifikasi bahwa informasi yang beredar merupakan narasi yang belum dapat dibuktikan.

Dalam penjelasan resminya, Kapolres menyampaikan bahwa patroli yang dilakukan personel Polres Dogiyai bersama Brimob BKO merupakan kegiatan rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Dogiyai.

Ia juga menjelaskan bahwa rute patroli pada saat itu hanya mencapai Kampung Obayo dan tidak menuju Kampung Ugapuga sebagaimana disebutkan dalam narasi yang beredar.

Selain itu, Polres Dogiyai menegaskan tidak ditemukan adanya pemberian uang maupun ajakan kepada masyarakat untuk melakukan aksi pemalangan jalan.

“Hingga saat ini tidak terdapat laporan resmi maupun bukti yang mendukung narasi dalam pesan suara tersebut,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

Latar Belakang Informasi

Narasi yang beredar menyebut dugaan tersebut berkaitan dengan isu pengamanan kendaraan lintas di wilayah Dogiyai. Dalam informasi itu diklaim bahwa kondisi keamanan jalan yang mulai kondusif membuat praktik pemalangan berkurang sehingga muncul dugaan adanya rekayasa untuk menciptakan alasan pengawalan kendaraan.

Namun demikian, hingga kini tuduhan tersebut belum disertai bukti yang dapat diverifikasi maupun hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum.

Sebaliknya, Polres Dogiyai menyatakan patroli yang dilakukan merupakan bagian dari tugas rutin menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai.

Beredarnya informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada jalur transportasi darat sebagai akses distribusi barang dan mobilitas sehari-hari.

Selain itu, penyebaran narasi tanpa bukti juga dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara sekaligus memicu kesalahpahaman antara aparat keamanan dan warga.

Karena itu, kepolisian mengajak masyarakat untuk melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi agar situasi kamtibmas tetap terjaga.

Dalam klarifikasinya, Polres Dogiyai menyampaikan beberapa poin yang berbeda dengan narasi yang beredar, antara lain:

  • Patroli dilakukan sebagai kegiatan rutin menjaga keamanan.

  • Rute patroli hanya sampai di Kampung Obayo dan tidak menuju Kampung Ugapuga.

  • Tidak ditemukan adanya pemberian uang kepada masyarakat.

  • Tidak terdapat laporan resmi maupun bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

  • Masyarakat diminta mengutamakan informasi dari saluran resmi kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti resmi yang menguatkan tuduhan bahwa anggota Polres Dogiyai mengajak atau memberikan uang kepada pemuda Kampung Ugapuga untuk melakukan pemalangan jalan.

Di sisi lain, Polres Dogiyai secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang beredar merupakan narasi yang belum terbukti. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pesan yang belum terverifikasi serta segera melaporkan apabila menemukan informasi yang diduga menyesatkan atau berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.