INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Diskoperindag Papua Tengah Dorong Pembentukan Koperasi Ojek dan Penguatan IKM saat Kunjungan Kerja ke Intan Jaya

Diskoperindag Papua Tengah Dorong Pembentukan Koperasi Ojek dan Penguatan IKM saat Kunjungan Kerja ke Intan Jaya

(Diskoperindag Papua Tengah Dorong Pembentukan Koperasi Ojek dan Penguatan IKM saat Kunjungan Kerja ke Intan Jaya)
(Diskoperindag Papua Tengah Dorong Pembentukan Koperasi Ojek dan Penguatan IKM saat Kunjungan Kerja ke Intan Jaya)

Intan Jaya, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Provinsi Papua Tengah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Intan Jaya pada 20–23 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, pembinaan koperasi dan Industri Kecil Menengah (IKM), sekaligus menyerap aspirasi pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Tim Pemerintah Provinsi Papua Tengah dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Yuliten Makai, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan IKM Demianus Giai serta staf Oktipina Tabuni.

Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Intan Jaya Yermias Kobogau, Sekretaris Dinas Manfred Abugau, para kepala bidang, kepala seksi, serta seluruh staf Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Intan Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Diskoperindag Papua Tengah, Yuliten Makai, menegaskan pentingnya pembentukan koperasi bagi para pengemudi ojek di Kabupaten Intan Jaya. Menurutnya, keberadaan koperasi akan menjadi wadah untuk memperkuat usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku transportasi.

“Perlu adanya koperasi bagi para ojek di Kabupaten Intan Jaya karena salah satu alat transportasi utama di daerah ini adalah ojek motor. Ke depan perlu dipikirkan lembaga koperasi yang dapat membina mereka dalam mengembangkan usaha sehingga mereka memiliki akses pembinaan, permodalan, dan peningkatan kesejahteraan,” ujar Yuliten Makai.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen memperhatikan pemerataan bantuan bagi pelaku usaha industri di seluruh wilayah Papua Tengah.

“Apabila ke depan ada bantuan alat dan mesin bagi para pelaku usaha industri, maka kami akan memperhatikan pemerataan pembagiannya kepada delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah,” katanya.

Yuliten Makai menambahkan, kegiatan serupa saat ini juga sedang dilaksanakan di seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah, baik melalui Bidang Industri maupun Bidang Koperasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pembinaan, pendataan, dan pengembangan usaha masyarakat secara merata di setiap daerah.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan IKM Diskoperindag Papua Tengah, Demianus Giai, menilai ketersediaan data pelaku usaha merupakan syarat utama agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus melakukan pendataan secara akurat terhadap seluruh pelaku usaha industri kecil dan menengah di Kabupaten Intan Jaya.

“Data yang akurat sangat dibutuhkan agar bantuan apa pun yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Karena itu kami berharap pendataan pelaku usaha industri di Kabupaten Intan Jaya dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Intan Jaya, Yermias Kobogau, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang dinilainya sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di Intan Jaya.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Intan Jaya memiliki potensi kopi yang cukup besar sehingga membutuhkan dukungan peralatan pengolahan secara lengkap.

“Kami sangat senang karena bisa dikunjungi langsung oleh pemerintah provinsi. Data usaha kopi sudah ada, sehingga kami sangat membutuhkan satu paket lengkap alat pengolahan kopi mulai dari mesin pengupas hingga mesin pengemasan,” kata Yermias.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga berharap adanya bantuan mesin pengolahan hasil pertanian lokal seperti petatas dan keladi agar dapat memberikan nilai tambah bagi produk masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

Harapan tersebut turut diperkuat oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Intan Jaya, Manfred Abugau. Ia berharap kebutuhan peralatan industri skala kecil dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam program pembinaan IKM pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Intan Jaya, Jowel Ematapa, mengatakan pihaknya akan terus memperbarui data pelaku usaha industri sebagai dasar penyusunan program pembinaan.

“Data usaha industri yang sudah ada pada kami serta data baru yang nantinya telah dirangkum akan kami kirim juga kepada Bidang Industri Provinsi Papua Tengah sebagai data bersama. Dengan demikian, perencanaan program dan pemberian bantuan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam mendorong pembentukan koperasi, pengembangan industri kecil menengah, peningkatan kualitas data pelaku usaha, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berbasis pada potensi lokal.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.