INFO NABIRE
Home » Blog » 480 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire

480 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire

(480 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire)
(480 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire)

Nabire, 14 Juli 2026 – SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Selasa (14/7/2026). Mengusung slogan “Kenali Diri, Kenali Lingkungan, Meningkatkan Motivasi Belajar dan Bersinergi Bersama,” kegiatan ini menjadi momentum awal bagi sekitar 480 peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya belajar, serta membangun karakter sebagai bekal menempuh pendidikan vokasi.

MPLS tahun ini berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2026, di aula SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta didik baru akan mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat berprestasi.

Pembukaan MPLS dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Supardi, S.Pd., M.Pd., Pengawas SMK yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Acara tersebut dihadiri Kepala SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Yanuarius Wakei, S.Pd., dewan guru, perwakilan pemerintah daerah, ratusan peserta didik baru, serta siswa kelas XI dan XII.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire, Yanuarius Wakei, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMK Negeri 2 menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa pada Tahun Ajaran 2026/2027 sekolah menerima sekitar 480 siswa baru yang terbagi dalam 12 rombongan belajar (rombel) kelas X. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi sekaligus bentuk komitmen sekolah untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan vokasi di Kabupaten Nabire.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan masih ada orang tua yang berharap anaknya dapat diterima. Kami berupaya mengakomodasi sesuai kemampuan sekolah, sehingga tahun ini jumlah siswa baru mencapai sekitar 480 orang,” ujar Yanuarius.

(Kepala SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire, Yanuarius Wakei)

Menurutnya, tingginya jumlah peserta didik baru menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire. Hal ini juga menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran serta pelayanan kepada peserta didik.

Meski demikian, Yanuarius mengakui bahwa peningkatan jumlah siswa juga membawa konsekuensi terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh karena itu, sekolah masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal.

“Kami berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan sehingga pelayanan pendidikan di sekolah ini semakin baik,” katanya.

Ia berharap penambahan ruang belajar, fasilitas praktik, serta sarana penunjang lainnya dapat menjadi perhatian pemerintah mengingat SMK sebagai sekolah vokasi membutuhkan fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis kompetensi.

Selain menyampaikan perkembangan sekolah, Yanuarius juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik baru agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak para siswa untuk mempertahankan semangat sejak hari pertama masuk sekolah, menjaga disiplin, serta ikut menjaga nama baik almamater melalui prestasi akademik maupun sikap yang positif.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Supardi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan MPLS bukan sekadar mengenalkan peserta didik terhadap lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan budaya saling menghargai di antara warga sekolah.

(Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Supardi, S.Pd., M.Pd)

Menurutnya, masa awal memasuki sekolah merupakan waktu yang sangat penting untuk membangun kebiasaan positif yang akan menjadi bekal selama mengikuti proses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Supardi memberikan perhatian khusus terhadap maraknya kasus perundungan atau bullying yang masih terjadi di lingkungan pendidikan maupun melalui media digital. Ia mengingatkan seluruh peserta didik agar menjauhi segala bentuk kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.

“Jangan ada perundungan, jangan ada penganiayaan dalam bentuk apa pun, termasuk melalui kata-kata di media sosial maupun grup WhatsApp. Gunakan media sosial secara bijaksana,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan baru bagi kalangan pelajar. Penggunaan media sosial yang tidak bijaksana dapat memicu konflik, penyebaran ujaran kebencian, hingga tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Karena itu, Supardi mengingatkan siswa agar lebih selektif dalam menggunakan internet, termasuk berhati-hati terhadap berbagai jaringan atau komunitas negatif yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja.

“Gunakan handphone untuk hal-hal yang positif, terutama menunjang proses belajar. Jangan mudah bergabung dalam grup atau komunitas yang tidak dikenal karena dapat berdampak buruk bagi masa depan kalian,” pesannya.

Selain literasi digital, Supardi juga menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua sebagai fondasi utama dalam meraih keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, sikap, dan penghormatan kepada orang-orang yang mendidik mereka.

“Rajinlah belajar, rajin ke sekolah, hormati bapak ibu guru dan orang tua. Jika kalian mampu menghormati guru dan orang tua, maka kalian sedang menyiapkan diri menjadi orang yang sukses di masa depan,” ujarnya di hadapan ratusan peserta didik baru.

Di akhir sambutannya, Supardi secara resmi membuka kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dan mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengenali potensi diri, memahami budaya sekolah, serta membangun semangat belajar yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

Selama empat hari pelaksanaan MPLS, para peserta akan mengikuti berbagai materi yang mencakup pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, penguatan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, literasi digital, hingga pembinaan mental dan motivasi. Materi tersebut dirancang agar siswa mampu beradaptasi dengan kehidupan sekolah sekaligus memahami tanggung jawab sebagai peserta didik di sekolah kejuruan.

Sebagai sekolah vokasi, SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire memiliki peran penting dalam mencetak lulusan yang siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Oleh sebab itu, pembentukan karakter sejak awal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.

Tingginya jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran ini juga menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa SMK semakin dipandang sebagai pilihan strategis untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Melalui pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah dengan baik, membangun hubungan yang positif dengan guru maupun sesama siswa, serta mengembangkan karakter disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. Semangat yang ditanamkan sejak hari pertama diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lulusan yang kompeten, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Nabire maupun Papua di masa depan.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.